Catatan kecil

Belajar lewat sharing, menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain

Meretas jalan menuju kelas dunia

with 2 comments

Eksistensi SBM masih boleh diragukan orang. Boleh jadi karena masih dianggap sebagai bayi aneh di lingkungan ITB ataupun karena umurnya yang masih sangat muda. Tapi soal semangat, SBM tak kalah dengan fakultas lain. SBM menjadi satu dari top 10 sekolah bisnis dan manajemen di asia tenggara merupakan langkah strategis menjejakkan kaki pada kompetisi global.

Satu tahap dari milestone menuju visi tersebut, SBM ingin mendapatkan sertifikasi internasional (EQUIS). Seperti yang dibayangkan, ternyata untuk menjadi pemain global sangat tidak mudah. Melalui evaluasi kasar saja, hampir 50% dari aspek yang dipersyaratkan EQUIS belum sanggup dipenuhi SBM. Belum lagi dengan sebagian kriteria pada aspek lain yang masih bolong. Pendek kata jika yang kita kejar adalah sertifikasinya mungkin frustasi yang kita raih dibanding motivasi yang terus meninggi.

Ada satu hal yang patut digarisbawahi. Bahwa menjadi pemain global bukan dilihat semata dari statusnya saja. Proses berperan penting dalam usaha menjadi pemain global. Dan memang proses adalah kunci dari kesuksesan meraih visi yang dicita-citakan. Jika kita ingin meraih mimpi ini dalam 5 atau 7 tahun, maka prosesnya lah yang mencerminkan perubahan ke arah yang dituju.

Ada keuntungan lain jika kita melihat proses sebagai kunci keberhasilan. Andaikata cita-cita kita belum tercapai, kita tidak akan mudah putus asa karena jelas tujuan itu tinggal soal waktu saja. Bagi orang yang berada dalam sistem yang berubah tersebut, proses tadi akan menjadi masa yang sangat berarti dalam menempa mental, skill, pengetahuan sehingga menjadi lebih baik. Tidak mungkin bukan kita menjadi pemain global tanpa orang-orang yang berpikir dan bertindak global?

Written by Mursyid Hasanbasri

June 27, 2007 at 2:20 am

2 Responses

Subscribe to comments with RSS.

  1. assalamu’alaikum pak dosen wali….

    eh, ternyata Pak Mursyid ngebahas ini sejak 2 tahun yang lalu ya?

    Pak, mau tau, persyaratan Equis itu bisa diketahui dari mana ya?
    Terus saya dengar (hasil wawancara dg salah satu dosen) rencana terdekat SBM itu dapat akreditasi dari BAN ITB.
    Kira-kira sekarang sudah sejauh mana progres keduanya (equis & BAN)menurut pandangan Bapak?

    Makasih sebelumnya atas jawabannya,,,

    puti

    May 4, 2009 at 6:19 pm

  2. wa’alaikumsalam wr wb
    syarat equis bisa langsung dilihat dari websitenya EFMD atau ketik aja equis lewat googling.

    dapat akreditas BAN ya itu PR saya saat ini put. tapi karena sambil menyiapkan laporan, saya juga ingin memperbaiki sistem kita secara langsung, jadi progressnya agak lambat. insya Allah sebelum saya turun (semoga belum diturunkan he he) akreditasi BAN sudah diperoleh.

    kalau equis… jauh…jauh banget.
    tapi saya secara pribadi bersama mahasiswa dan asisten (yang puti pernah tanyain itu lo) coba mendefine apa sebenarnya yang harus kita lakukan agar kita bisa mendapat equis atau setidaknya mengarah ke sana.

    Mursyid Hasanbasri

    May 5, 2009 at 1:17 am


Leave a Reply