Lapang dada

Ada sebuah pesan hikmah yang mengatakan bahwa lapang dada adalah salah satu kunci sukses hidup seseorang. Bagaimana tidak, dengan konsep lapang dada seseorang akan meluaskan dadanya (baca: hatinya)  seumpama samudra luas yang akan mengecilkan arti segala sesuatu yang mencemari kesucian, ketenangan samudra tadi. Sebuah hikmah yang sangat logis. air segelas akan mudah terkotori dengan setetes tinta hitam, tapi air dalam samudra tak akan terpengaruh atas gelontoran tinta padanya.

Kalau kita perturutkan hawa nafsu maka dapat dipastikan kita akan selalu berhadapan dengan kekesalan, kekecewaan atas apa yang terjadi di sekeliling kita. Entah itu motor yang meliak-liuk sembarangan, polisi yang mencari-cari kesalahan orang, pimpinan yang tidak tegas, kolega yang kurang berperasaan, sistem pendidikan yang tidak adil dan sebagainya. Kalau kita larut di dalamnya itu berarti hati kita tidak cukup luas sehingga mudah sekali terkotori debu-debu kejadian dalam hidup.

Sebuah email kemarin bercerita bagaimana kita diminta untuk berlapang dada dan ikhlas menyikapi mekanisme penuaan pada orang tua kita. betapa kita harus sabar jika menghadapi lupanya orang tua kita, kolotnya pemikiran mereka, dan banyak hal lain yang sebenarnya adalah cermin bagaimana mereka mengasuh kita di masa tumbuh kembang. Tidak mudah memang, tapi itulah kenyataan yang mengharuskan kita untuk selalu meluaskan hati. Gangguan eksternal saja perlu kita hadapi dengan lapang dada, apalagi “gangguan” yang sifatnya sangat manusiawi dan terjadi pada orang yang paling kita cintai.

Kemarin malam ada anak muda yang bercerita bahwa dia sering mencetuskan masalah dalam keluarga dengan maksud membuka komunikasi antara ayah, ibu dan anak-anaknya. setelah kami ngobrol ternyata dia sadar juga bahwa hal itu lebih sering dilakukannya sebagai pelampiasan kekesalan, bukan murni membuka komunikasi. Ya hikmahnya mungkin komunikasi bisa terjalin, tapi bisa juga kondisi lebih buruk yang terjadi. apapun efeknya, lapang dada menjadi persyaratan agar pelampiasan itu menjadi bermakna, begitu juga dengan komunikasi yang terjadi.

Dalam perjalanan pulang ke rumah kemarin, radio MQ juga berbagi tentang bagaimana menyikapi sikap orang lain yang tidak kita sukai. satu saja saran teteh pengisi acara, kalau perbuatan/perkataan orang lain sampai membuat kita sakit hati, uring-uringan dan sejenisnya, maka wajib kita melupakan perbuatan/perkataan orang tersebut. Anggaplah tidak ada. terkesan seperti terlalu menyederhanakan masalah. tapi itulah kiatnya kata beliau. persoalan kita sudah cukup banyak, jangan ditambah lagi dengan masalah yang ditimbulkan orang lain kepada kita. bener juga …

Sampai menulis catatan ini, saya masih punya beberapa hal yang sulit diabaikan begitu saja, alias samudra hati saya belum sanggup menghilangkan efek pencemaran dari orang lain. karena itu lewat catatan ini saya berharap Allah memudahkan saya untuk selalu berlapang dada, begitu juga dengan kawan-kawan semua…

salam

About these ads

2 Responses to Lapang dada

  1. abel says:

    slm knal,,,,memang sulit rasa’na melapangkan daada kita,,,ya tepatnya saya yang sedang mengalaminya.susah sekali menerima kenyataan,saya sulit sekali menerima pernyataan istri saya,,,,kalau dulu dya pernah di nodai oleh seseorang…tpi tanpa ia sadari,,,truz,,,saya ke orang pintar,,dan memang istri saya telah dipelet dan terkena ilmu gendam’na,,,,istri saya pun mengakuinya,,,kami telah menikah slama 3 thn,,,,memang sakit sekali,,,,dan sulit sekali tuk menerima kenyataan ini,,,,,

    • Mursyid Hasanbasri says:

      salam kenal mas,
      turut prihatin atas apa yang pernah menimpa istri mas. saya yakin dengan kelapangan hati mas, rumah tangga yang sudah dibina tidak akan begitu saja runtuh karena informasi tersebut. Segala sesuatu terjadi atas kehendak-Nya. Istighfar atas segala kesalahan kita, atas perbuatan syirik kita. semoga Allah swt melindungi keluarganya mas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: