Catatan kecil

Belajar lewat sharing, menjadi orang yang bermanfaat bagi orang lain

Safety stock, ROP dan EOQ dalam manajemen persediaan

leave a comment »

Cukup sering saya mendapati mahasiswa atau karyawan di perusahaan beranggapan bahwa safety stock itu sama dengan ROP (reorder point – titik pemesanan kembali). pemahaman ini  kurang tepat kalau tidak disebut salah. apalagi ada yang beranggapan bahwa tidak perlu menghitung safety stock dengan akurat. Sebagian orang ini berpendapat menambahkan 10% dari historical performance saja sudah cukup. berikut catatan saya mengenai hal ini.

Dalam inventory management, ada 3 hal yang harus diputuskan: (i) di level berapa kita harus memiliki stok, (ii) kapan harus memesan kembali dan (iii) berapa banyak ketika memesan. Tentu saja keputusan ini untuk produk yang independen. walau ada model review kontinu dan review periodik, saya akan coba lihat secara umum saja.

point (i) ini adalah keputusan yang biasanya diambil paling akhir, setelah kita mengetahui (ii) dan (iii). orang biasa menyebutnya dengan rata-rata level inventory. Angka ini dapat dinyatakan dengan unit, atau dengan waktu (rata-rata inventory/rata-rata demand per satuan waktu). Jadi misalnya rata-rata level inventory =100 unit, dan diketahui demand per minggu misalnya 50 unit, maka rata-rata inventory tersebut cukup untuk 2 minggu. Keputusan ini termasuk keputusan penting mengingat rata-rata inventory banyak perusahaan cukup besar, bahkan sangat besar.

point (ii) adalah titik yang kita kenal dengan ROP (re-order point). Ketika inventory menurun akibat dikonsumsi atau dijual, pada suatu waktu akan menemui titik di mana kita harus segera memesan kembali. Jika situasinya pasti, maka ROP ini dapat ditentukan dengan mudah, yaitu dxL (demand dikalikan dengan Leadtime). Tapi tentu saja tidak ada yang pasti di dunia ini, apalagi dunia bisnis. Oleh karena itu kita memerlukan buffer untuk mengantisipasi ketidakpastian ini. Item terakhir inilah yang kita sebut safety stock. Jadi ROP secara generik dapat dinyatakan dengan dL + Safety Stock. artinya ROP tidak sama dengan safety stock. perhitungan safety stock akan saya sampaikan lain kali.

point (iii) diperlukan ketika kita akan memesan. model EOQ ini sudah sangat lama, hampir 1 abad. Tapi sejauh ini masih banyak dipakai oleh banyak perusahaan. Bahkan vendor paket ERP   pun memasukkan komponen ini dalam modulnya. Silakan lihat di buku-buku operations management rumusnya.

Written by Mursyid Hasanbasri

March 24, 2009 at 8:52 am

Leave a Reply