catatan dari jepang (2) iro-iro
sebenarnya luar biasa banyak catatan saya selama seminggu di sini. mungkin itulah yang membuat saya betah di sini walau seperti yang ditulis sebelumnya negeri ini katanya tak bertuhan. tapi daripada habis waktu menulis satu demi satu (barangkali lain kali detailnya) saya akan list-kan ajalah…
1. Ketika di Ramada hotel, saya sudah book 3 malam dari indonesia. pas cek in, sama sekali tidak ada masalah, mereka punya recordnya dan langsung ok. pake kartu kredit visa pun ok. tapi karena pas mau malam ketiga, eh ternyata mantan tutor waktu di hirodai datang ke hotel karena memang kerjanya di osaka. dengan senang hati dia mau mengantar saya ke higashi hiroshima (sekitar 5 jam!!!), luar biasa. karena mendadak saya pasrahkan saja walau hari ketiga belum dijalani. ketika cek out, saya lihat ternyata bayarannya cuma 2 hari…. amazing. nggak nyangka.
2. jalan tol dari osaka ke hiroshima yang berapa ratus kilometer ya, bayarnya sen yen (seribuan yen saja). kata mereka ini murah banget…
3. soal bersihnya kota dan tertibnya, saya nggak punya jempol lebih dari 2 untuk menyatakannya.
4. acara di tv-nya masih kreatif seperti dulu. belajar eigo (english) untuk anak; acara ngobrol pagi yang diisi dengan informasi mengenai teknologi terkini… wah bayangkan setiap hari ada aja inovasi baru. jadi bukan klaim bahwa kita selalu inovasi tapi tidak ada hasil. gimana caranya orang agar tetap hangat [ada selendangnya], gimana orang tua agar mudah membuka botol plastik [tutup botol plastik diriset betul sampai ketemu yang mudah dibuka oleh orang tua]; bagaimana bisa beristirahat di airport sambil menikmati gambar burung yang sedang terbang; ada lagi jam yang jarumnya itu bisa pake gambar kita sendiri… wah wah
5. satu lagi, ada sepertinya developer yang menyampaikan bagaimana mereka membuat rumah dengan harga yang lebih murah. jadi mereka terus memikirkan bagaimana caranya biaya pembuatan rumahnya lebih murah. saya lupa mencatat ada item perbaikan yang sangat murah mungkin menurut kita [berapa perak gitu], tapi mereka lakukan dengan serius sehingga secara total harga rumah pun bisa lebih murah.
6. lampu-lampu bangunan di kampus mati dengan sendirinya, baru menyala setelah ada orang datang…
apa lagi ya…





Inspiratif banget bang..
jadi termotivasi…thanks banget
marsani
October 30, 2009 at 10:00 am