Praktisi dosen, Dosen Praktisi, Dosen, Praktisi atau ???

Ketika program MBA SBM-ITB dinobatkan sebagai best business school versi SWA kemarin, banyak ucapan selamat dilayangkan kepada kami di SBM. Alhamdulillah karena memang segala puji hanya untuk Allah semata. Tapi ada juga komentar-komentar yang mempertanyakan mulai dari “kok bisa”nya, sampai mencoba analisis kenapa bisa. Buat saya pribadi, semua ini hanya feedback, baik yang positif maupun yang negatif (agar menjadi positif). cuma ada 1 komentar yang saya pikir kok terlalu ekstrim.

Ekstrimnya gimana? ada dosen ITB yang mengatakan SBM memang benar-benar profesional, alias profesional ngajar, alias ngajar tok. “makanya sekolahnya bagus”, begitu analisisnya. Selanjutnya beliau mengkritik,” kalau dosen tidak punya pengalaman praktik, apa artinya teori?”. Nah ini yang saya lihat cara pandang yang agak aneh untuk seorang dosen yang cukup senior.

Apakah dosen harus punya pengalaman praktis? ya. saya setuju sekali. apakah dosen sbm tidak punya pengalaman praktis? tidak. SBM sepengetahuan saya tidak mengharamkan dosen “berpraktik/mroyek”. mengapa? karena memang dosen perlu pengalaman praktis, meng-upgrade wawasan, disamping hasilnya juga bisa digunakan untuk mendanai kegiatan di kampus dan kesejahteraan dosen itu sendiri. Yang tidak boleh adalah mengerjakan proyek sendiri, di luar penugasan fakultas/ITB. Kalau yang begini, biasanya bebannya tidak terkontrol, sehingga beban wajib mengajar, membimbing dsb seringkali terbengkalai. Apalagi pendapatannya tidak di-share ke fakultas atau ITB. jelas yang ini tidak dikehendaki. justru kalau dosen berpraktik seperti ini, dosen ini sangat egois. pengalamannya hanya untuk pribadi, bukan untuk insitusi. ada aspek moral yang dilanggar di sini.

Dosen yang sering “praktik” di luar, apakah selalu mengajar dengan baik? belum tentu. pengalaman boleh jadi bejibun, tapi kalau attitude ngajar tidak baik (gonta ganti jadwal, susah ditemui dsb), dampak ke mahasiswa dan kampus juga tidak baik. kalau cuma mau menceritakan pengalaman pribadi, tidak harus di jam kuliah, bisa di waktu lain yang lebih pas.

Apakah upgrade dunia praktis hanya diperoleh dari pengalaman langsung? tidak. di SBM dianjurkan untuk mengundang dosen tamu maksimum 2 kali dalam 1 semester untuk setiap kuliah. di luar itu, ada seminar hari sabtu yang mengundang prominent praktisi untuk sharing pengalaman dan wawasan dunia bisnis. Ada juga kunjungan ke perusahaan. Jadi ada banyak jalur untuk mendapatkan update dunia bisnis saat ini tanpa harus mengalami langsung. betapa banyak waktu kita yang harus dihabiskan jika harus mengalaminya semua? semua bidang terus bergerak, dan masalah sekarang harus dipecahkan lewat multidisiplin. dan jangan lupa, lewat proyek akhir atau thesis yang didasarkan pada kasus real di perusahaan, dosen juga akan dapat insight tentang kondisi perusahaan dan dunia sekitarnya.

Apakah itu saja? tidak. Lebih dari separuh dosen SBM adalah part time alias para praktisi. jadi buat mahasiswa, kombinasi dosen (akademisi) dan praktisi akan memperkaya khasanah keilmuannya. saya ingat kesan-kesan dari teman praktisi. mereka paham praktik bisnis, tapi kadang tidak tahu apakah keputusan yang diambil itu berdasarkan teori apa. artinya mereka juga butuh sandaran ilmiah pada keputusan yang diambil.

So, sedih sekali saya kalau melihat ada dosen yang terlalu bangga dengan pengalaman proyeknya yang banyak, tapi tidak tahu bagaimana itu bisa memperkaya wawasan mahasiswa dan institusinya. kalau buat sendiri, hmmm

About these ads

2 Responses to Praktisi dosen, Dosen Praktisi, Dosen, Praktisi atau ???

  1. fernando says:

    kalau dibandingkan dgn STEI, bisa dibilang SBM unggul dalam proses pendidikan. Mengingat jarang ada dosen yg hadir 100% dlm agenda perkuliahan dan datang tepat waktu.

    SBM jg tidak bisa diblg melulu teori krn ada IBE, odyssey, ComDev & case studies bwt mahasiswanya. Dan gk ada business school / management dept lain yg bisa mengimbanginya. Saya rasa memang pantaslah SBM menjadi the Best Business School (in Indonesia).

    Keunggulan fak/sek lain d ITB mgkn trletak pada orientasi industri nya yg jauh lebih riil & kemandirian. Ketika sy di STEI, dosen2 melempar data2 proyeknya k dalam soal UTS/UAS dan hrs dikerjakan sesuai teori + bbrp adjustment thd kondisi yg ada. Prnah ketika saya jaga UAS Fisika TPB, soal fisikanya adalah menghitung tekanan semburan lumpur lapindo.

    Ketika saya magang di divisi seluler Indosat ini sangat mmbantu krn trnyata asumsi2 d Textbook itu u/ iklim & Frekuensi Amerika, sementara asumsi2 yg dipakai saat UTS/UAS adalah angka riil di Indonesia. Yg saya lakukan tinggal cari soal2 Sistem Komunikasi u/ liat data2 yg dprlukan.

    Di SBM, soal2 ujian & case studies sudah dipoles sehingga “enak u/ dikerjakan” dan asumsi2 lengkap sekali. Soal2 ujian angkanya indah2 & jarang ada yg keriting. Sayangnya kurang mencerminkan kondisi riil di perusahaan.

    Dosen2 proyek jarang datang trnyata mengandung blessing in disguise krn mahasiswa mnjd sangat mandiri , tidak manja, & tidak banyak menuntut.

    Room for Improvement bwt SBM mgkn gmana biar mahasiswa2nya lbh mandiri – yg sudah diakomodasi lewat program Magang di Akhir Administrasi Bapak di S-1…

    Bagaimana caranya agar mhswa berpikir sendiri dlm problem solving & bisa mem-modif teori pada kenyataan empiris

  2. Mursyid Hasanbasri says:

    komentar paragraf 2: itu inti dari tulisannya, hanya karena dosennya belum berkesempatan mengerjakan projek di luar tidak berarti kita memberikan teori melulu. thanks nando.

    soal saran, saya sepakat agar mahasiswa harus lebih mandiri. sekali lagi thanks.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: