Mengamati servis di imigrasi bandung
Sudah lama sekali ngga update info. semangat menulis kadang suka kalah dengan rutinitas. beberapa ide sudah datang dan pergi tapi belum ditulis juga. mumpung lagi ada waktu nunggu bis ke osaka, pengen nulis ah beberapa catatan kemarin ini. yang pertama soal pelayanan di imigrasi. wow luar biasa…
Antri, ternyata harus bilang dulu :(
Sewaktu pulang dari seminar dari surabaya kemarin, saya naik kereta api turangga. menjelang subuh banyak penumpang mulai berwudlu di toilet. tadinya saya ingin menunggu agak kosong, jadi saya tetap duduk sambil mengamati orang yang antri di toilet. setelah beberapa saat saya sadar bahwa ternyata jumlah penumpang yang mau ke toilet cukup banyak, melebihi kapasitas toiletnya. akhirnya saya beranjak dari pergi ke toilet. karena terlihat sudah ada 2 orang yang antri di depan toilet, saya sengaja tidak keluar dari pintu (pintu otomatis) dan berdiri di dalam untuk antri.
setelah sekian lama, ada petugas kereta api sepertinya (karena ada tanda di bajunya) yang mau ke toilet. setelah melihat ada 2 orang di luar dan saya berdiri, sejenak dia berhenti. tapi kemudian terus keluar dan antri. melihat gelagat nggak baik ini saya juga keluar dan memaksa berdiri dekat toilet juga. eh ternyata setelah kedua orang yang antri tadi, tanpa ba bi bu orang itu langsung masuk toilet. ya Allah, kesel rasanya, tapi kok malas subuh-subuh harus berkeras-keras. husnuzhan-nya orang itu tidak tahu saya antri. Tapi ngapain ya orang berdiri di dekat pintu tak mengerjakan apa pun subuh2?
ternyata lain kali saya harus bilang kepada orang bahwa “hei saya sedang antri lo…”
Produktivitas: lebih mudah diucapkan daripada dilakukan
Bulan ini saya mengikuti workshop tentang produktivitas, baik di bandung maupun jakarta. Sekarang jadi tahu bahwa produktivitas di negeri tercinta ini baru sebatas wacana, walau sudah dirintis lembaga terkait dengan produktivitas nasional 4 dekade lalu. Melihat perkembangannya yang belum signifikan, rasanya memang perlu kita semua untuk lebih banyak berbuat daripada berkata…
Bisnis yang beretika
Ramai orang bicara etika bisnis. Di kelas-kelas pun tak ketinggalan dibahas etika bisnis. jujur saja saya belum pernah sit-in di kelas etika bisnis. tapi sebagaimana namanya, seharusnya etika bisnis bicara bagaimana etika diperhatikan dalam berbisnis. kita sudah kenal bagaimana etnis tertentu menjalankan bisnisnya dengan etikanya. ada hal yang dijunjung tinggi dalam berbisnis.
Proses terkendali dan capable
Ada orang yang masih bingung antara proses yang terkendali dan proses yang capable. barangkali ini bermula dari kurangnya pemahaman terhadap elemen pembentuknya. suatu proses terkendali atau tidak dilihat dari karakteristik prosesnya. sedangkan proses yang capable dilihat dari perbandingan antara karakteristik proses dan spesifikasi yang disyaratkan…




