Alah bisa karena biasa

Dua minggu lalu saya berkesempatan mengajar di chevron duri. Sebenarnya ini kali kedua saya ke sana setelah sekitar 10 tahun yang lalu. Perbedaannya kali ini saya tinggal lebih lama, cukup lama untuk memperhatikan apa yang berlaku di sana.

Mungkin kita semua tahu bahwa manajemen di perusahaan multinasional berbeda (jika tidak ingin menyebutnya jauh lebih baik)  dengan manajemen di perusahaan lokal apalagi tradisional. Banyak hal sudah diatur dalam sistem yang tertata rapi.  Mulai dari soal kebersihan hingga penggunaan komputer.

Saya ingin berbagi soal disiplin yang sudah tidak asing bagi kita tapi asing penerapannya. Laju kendaraan dalam komplek chevron maksimum 40 km/h, khusus di perumahan bahkan 30 km/h. Bisa dibayangkan, dengan kepadatan mobil yang relatif rendah, jalan di depan mata begitu lengang, kita harus berjalan 40 km/h. Waktu saya tanyakan kepada beberapa orang yang berbeda, jawabannya sama bahwa “kita sudah biasa jadi nggak ada masalah”. sewaktu pulang meninggalkan duri, saya melihat papan reklame besar bertuliskan “alah bisa karena biasa”. hmmm, ternyata pepatah leluhur diterapkan dengan sangat baik oleh orang lain dibandingkan dengan kita sendiri.

Contoh semacam ini bukan hanya di chevron. Sewaktu berkunjung ke McDermott Indonesia di Batam 2 tahun lalu pun saya mengalami hal yang sama. sewaktu tinggal di jepang pun hal serupa terjadi. Kalau dilihat ternyata orang indonesia pun bisa bertindak disiplin asal sistemnya mendukung.

Di ITB yang laju kendaraan dibatasi 25 km/h prakteknya sangat jauh dari aturan. padahal rata-rata orang di ITB (dosen terutama) sudah pernah merasakan hidup disiplin di luar negeri maupun berada di lingkungan seperti halnya chevron dan mcdermott. Artinya aturan yang ada belum menjadi sebuah sistem. Komponen apa yang kurang, bisa jadi masih banyak. tapi satu hal yang jelas, aturan yang dibuat tidak lengkapi dengan reward dan punishment yang jelas. Orang yang melanggar tidak ditegur atau diberi sanksi. Dalam satu kesempatan vice president chevron menyimpulkan, bedanya kita (orang indonesia) dan orang lain adalah kita punya banyak aturan (yang sudah bagus) tapi tidak dijalankan dengan baik!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: