Fokus pada proses

Dalam kelas Technology and Operations Management di Chevron saya terlibat diskusi yang menarik mengenai keterkaitan antara business processes dan enterprise systems. Hampir semua peserta memberikan komentar dengan sudut pandang yang bermacam-macam. Walaupun ada perbedaan pendapat pada beberapa aspek, tapi tampaknya isu tentang pentingnya memahami proses bisnis dengan baik dapat ditangkap. Bahkan seorang mahasiswa di luar kelas menyatakan bahwa kalau begitu inti dari proses perbaikan adalah proses bisnis.

Sekedar informasi saja, proses bisnis adalah sekumpulan aktivitas dalam menciptakan nilai lewat transformasi input menjadi output yang lebih bernilai. Dengan definisi ini maka proses bisnis tidak berbeda dengan terminologi proses yang lebih sering digunakan orang.

Lalu di mana pentingnya proses bisnis? Tengoklah perusahaan yang ingin mengimplementasikan software ERP untuk meraih tujuannya dengan better, faster dan cheaper.  Pengalaman menunjukkan bahwa sebagian besar pekerjaan, waktu ataupun biaya digunakan untuk meng-kustomisasi software dengan proses yang terjadi di perusahaan yang bersangkutan. Atau lihatlah sebaliknya, perusahaan yang ingin mengembangkan software sendiri harus memperbaiki dulu proses-proses bisnisnya agar software yang dibangun mengantarkan mereka pada sesuatu yang lebih baik. Jalan mana pun yang ditempuh maka proses bisnis ini harus dapat diidentifikasi dan dipetakan.

Tak hanya di perusahaan, di organisasi seperti perguruan tinggi pun sepatutnya menjadi faktor kunci. Kemarin salah satu konsultan ternama datang ke kampus untuk menghadiri kick-off meeting pekerjaan pengembangan SOP keuangan. Walaupun saya tidak sepakat dengan istilah SOP dalam pekerjaan ini, saya mengamini bahwa hal utama yang akan digarap dalam pekerjaan ini adalah proses. Dan untuk itu mereka akan mewawancarai para pelaku dari setiap proses. Mudah-mudahan saja hasilnya memuaskan.

Begitu juga dengan kehidupan kita, kalau kita menginginkan perubahan maka apa yang perlu diubah? ya proses! Kalau kita menginginkan tingkat ekonomi yang lebih baik, maka proses mendapatkan penghasilan harus kita ubah. Jika kita menginginkan suasana hati yang lebih tenang, maka proses memaknai hidup pun perlu kita ubah. Pendek kata proses menjadi sangat penting bagi proses perbaikan.

Boleh jadi kalau kita melihat sesuatu dalam bentuk akhir (laporan, IPK, skor pertandingan atau contoh lainnya), kita akan meresponnya secara negatif. misalnya orang tua akan sangat kecewa jika melihat IPK anaknya rendah dan akan menyalahkan pihak sekolah. Tapi kalau orang tua tersebut melihat proses yang terjadi mengapa seorang anak mendapatkan IPK jelek, belum tentu respon yang sama akan muncul. Bisa jadi ternyata memang anaknya tidak pernah serius belajar. Sering juga kita melihat pertandingan sepak bola dengan skor 3-0. Tampaknya hasil yang mudah. Tetapi jika melihat proses yang terjadi selama pertandingan, boleh jadi kita melihat betapa sulitnya perjuangan tim pemenang mendapatkan skor tersebut.

Itulah sebabnya dalam hal apapun kita tidak bisa (boleh) menghakimi sesuatu dari hasil akhirnya saja. Jika berkesempatan lihatlah prosesnya. Bisa jadi karena satu dan lain hal hasil yang diharapkan tidak terjadi, dan bukan karena kesengajaan suatu pihak. Di sinilah fenomena berprasangka dianjurkan untuk dijauhi. Selidiki dulu apa yang terjadi, bagaimana itu terjadi sebelum memutuskan sebuah respon. Saya percaya bahwa proses belajar terjadi justru karena sebuah proses bukan karena hasil dari proses.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: