Mentang-mentang

Hari ini saya melihat ada ruas jalan yang ditutup oleh aparat kepolisian dan mengalihkan lalu lintas ke jalan lain. Entah apa sebabnya. Di hari-hari yang lain sudah sering saya terpaksa berhenti karena ada “mobil lain” yang mau lewat. Bahkan dari jauh sebelum kehadirannya, aparat sudah memblok jalan. Tampaknya orang yang berada di dalam mobil itu butuh kecepatan yang luar biasa yang kalau tidak sampai pada waktunya dunia akan kiamat. Sampai hari ini saya belum dapat menyelami apa dasar yang hakiki untuk melakukan blokir-memblokir jalan ini.

Di mailing list dosen terlontar kondisi bahwa beberapa kali dosen menegur (menghardik, atau bahkan memaki barangkali) satpam yang tidak membolehkannya masuk karena tidak memiliki persyaratan yang diminta ITB. Saya sendiri dulu sering diberhentikan karena pake motor, tas ransel. mungkin tampangnya tidak seperti dosen. tapi selama saya bisa menunjukkan stiker, ya nggak masalah lah, walaupun harus pake berhenti (ngerem dikit) segala. Intinya kita tidak perlu marah selama mereka menjalankan tugas dengan baik.

Barusan di kotak message seorang teman tertulis “mentang-mentang pejabat saenak e dewe, …” dan seterusnya yang menceritakan ketidakberdayaannya atas perlakuan sang pejabat.

Tiga kejadian ini cukuplah menjadi alasan mengapa saya perlu menuliskan note hari ini sekali lagi (saya menargetkan¬† sehari sekali). Tampaknya arogansi para pemilik kekuasaan ingin selalu dipertontonkan kepada khalayak. “Awas hei orang kecil, saya pemimpin mau lewat, saya ada acara, saya ada mau, anda mohon minggir”. Kefanaan dunia tampaknya tak lagi dihiraukan. atau justru karena itu, mumpung masih menjabat, saya perlu memanfaatkan kekuasaan ini dan memperlihatkannya kepada orang lain. Na’udzubillahu min dzalika. Setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya atas amanah yang diemban, bukan seberapa kaya hartanya selama memimpin, seberapa banyak suara yang mendukungnya atau ukuran dunia lainnya.

Ingatlah, yang pasti terjadi adalah kematian. tidak ada yang tahu kapan kita akan mati. karenanya tidak patut kita berbangga urusan dunia, karena jika kematian itu datang pada saat itu tentulah akhir yang buruk bagi kita. Dan kematian benar-benar mengakhiri dari episode mengumpulkan bekal untuk hidup yang lebih kekal. tidak seperti akhir karir zidane yang buruk karena masih ada waktu untuk memperbaiki. Saat menyesal tidak berguna lagi… jangan sampai terjadi pada kita.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: