Itsar

Alhamdulillah, akhirnya pada bulan ramadhan ini sempat juga nulis. terus-terang saja di bulan ini, pekerjaan bukannya tambah sedikit, tapi bertambah banyak. Ada satu hal yang ingin saya tulis sejak beberapa waktu lalu, yaitu tentang Itsar ini.

Dalam bermasyarakat dan bernegara, kita diajarkan untuk mendahulukan kepentingan umum daripada kepentingan pribadi. Tapi kalau kita lihat praktek yang terjadi, makin hari prinsip hidup ini makin sulit dijumpai. Yang ada justru sebaliknya. Jangankan mengedepankan kepentingan umum dalam konteks hidup mati, dalam hal sepele pun kita belum bisa. contoh klasiknya ya saat berlalu lintas…😦

Sejak ramadhan ini saya jadi lebih sering mendengar azan di televisi karena menunggu buka bersama keluarga. ada sepotong cerita di sela-sela kumandang azan di salah satu tv swasta. seorang anak ingin shalat berjamaah di masjid sebagaimana teman-temannya yang lain melakukannya. Tapi dia tidak jadi ikut karena pakaian maupun sarungnya sudah sangat lusuh. sementara kondisi ekonomi keluarga (ibunya) belum memadai untuk mengganti peralatan shalatnya itu.

Sampai pada suatu saat karena gigihnya anak ini memecahkan tabungannya untuk membeli perangkat shalat yang baru agar keinginannya selama ini terwujud. Diperlihatkan pada tayangan tersebut, saat dia ingin membayar sarung yang ingin dimilikinya sejak lama, ada seorang anak dan nenek tua mengemis kepadanya. Apa yang terjadi? Dengan keikhlasan yang luar biasa anak tadi membatalkan belanjanya hari itu dan memberikan uangnya untuk pengemis tadi. Adakah contoh sebaik ini kita temukan dalam keseharian kita sesering kehidupan hedonisme yang ditayangkan sepanjang hari sepanjang tahun? singkat cerita happy ending yang dialami anak tadi karena kedua temannya patungan untuk membelikan peci dan sarung.

Ini adalah contoh itsar yang tidak perlu diungkapkan dengan teori yang sulit-sulit. Prakteknya yang jarang membuat kita kadang menangis, merindukan kisah-kisah semacam ini menjadi kenyataan sesering mungkin. tentu saja kita tidak melupakan kisah itsar terbaik yang pernah saya dengar tentang 3 sahabat rasulullah saw yang berperang dan menderita luka-luka yang parah. Ketika ada sahabat yang datang menolong, sahabat yang satu mengatakan “air…..”. Ketika seteguk air penyambung hidup sudah di depannya, terdengar sahabat kedua mengatakan “air….”. Segera sahabat pertama mengatakan berikanlah air itu ke sahabat kedua. Saat air itu siap diteguk oleh sahabat kedua, terdengar suara sahabat ketiga meminta air yang sama. Hal yang sama pun di sampaikan oleh sahabat kedua untuk memberikan air itu ke sahabat ketiga. Begitu kritisnya kondisi hingga dikisahkan ketiganya tidak sempat meneguk air karena mendahulukan sahabatnya yang lain. Syahid… subhaanallahu.

Lantas di manakah bisa kita temukan hal semacam ini lagi? tampaknya kita terlalu sering melihat ke atas sehingga kita merasa kitalah yang paling menderita di dunia ini. gaji kita paling kecil hingga tak pantas kalau kita yang bersedekah. kita berharap orang di atas yang bersedekah pada kita. kita selalu merasa kitalah yang paling perlu sehingga perlu didahulukan dalam berlalu lintas. alhasil, ya inilah kita.

Lebaran semakin dekat. biasanya ada rezeki luar biasa menjelang hari raya. ada THR, tunjangan hari raya katanya. biasanya orang mendapat 1 bulan gaji. tampaknya sungguh menggembirakan. tapi adakah kondisi yang lebih menggembirakan? ADA!!! yaitu saat 1 bulan gaji ini tidak diterapkan mutlak. Apakah sama rasa seorang atasan yang mendapat THR sebesar x  dengan karyawan rendahan yang mendapat 10%x karena gajinya memang 10% dari atasan? tidakkah ini kesempatan yang baik untuk menunjukkan kita juga bisa berlaku Itsar. Seperti kata iklan suplemen: BISAAA. Insya Allah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: