Pengembangan staf administrasi

Masih ada yang tersisa dari pemikiran saya soal konsep belajar dalam bekerja kemarin. persoalan yang umum pada dasarnya tapi belakangan cukup menarik perhatian saya. selama 16 tahun saya berada di kampus ini, sebutlah ada bapak fulan yang dari dulu (sejak saya kuliah) sampai sekarang masih mengerjakan hal yang serupa. Saya tidak melihat ada kemajuan yang signifikan dalam kinerjanya. mungkin ada banyak karyawan di administrasi seperti pak fulan ini.

mungkin bagi banyak orang kasus pak fulan ini bukan masalah. sebenarnya iya juga sih. buat yang bersangkutan, setiap tahun mungkin ada kenaikan gaji sehingga cukup untuk memenuhi kebutuhan hidupnya; status cukup terpandang karena menjadi pegawai ITB. tapi coba kita membayangkan diri sebagai atasannya. relakah kita jika pak fulan ini bertahun-tahun “hanya” mengharapkan imbalan dari kenaikan inflasi atau karena dedikasinya?

sengaja saya beri tanda kutip kata hanya di atas karena memang tidak sekedar uang yang dicari seseorang. seperti kisah seorang bapak yang memeriksa kunci kamar hotel, setiap pekerjaan pasti ada nilai manfaatnya buat orang lain. Tapi dalam hal ini saya tetap merasa tidak puas/nyaman karena orang seperti pak fulan ini selayaknya mendapat peluang yang terus membaik dari waktu ke waktu. apalagi jika orang yang duduk di posisi itu adalah anak muda yang energik, motivasi tinggi, punya cita-cita setinggi langit. Jangan biarkan sekian belas tahun kemudian dia menerima apa adanya kondisi yang ada.

Bagi yang mempekerjakan memang memiliki staf yang makin berpengalaman akan semakin baik. jika staf tersebut kemudian resign bisa jadi akan mengganggu jalannya organisasi. tapi sekali dalam kerangka staf administrasi yang pasokannya cukup banyak, dan ada kecenderungan kita menutup peluang karir yang lebih baik lagi bagi ybs, tidakkah lebih baik jika staf tadi harus terus berkembang. Selagi di dalam organisasi ybs perlu mengikuti berbagai kursus, training, dan jika perlu melanjutkan sekolah ke jenjang yang lebih tinggi. jika saatnya tiba (kompetensinya sudah melampaui kebutuhan atau peluang lebih baik ditemukan) saya berpikir ybs perlu keluar meraih yang lebih baik itu. 

win-win. Staf tersebut akan win karena mendapatkan sesuatu yang lebih baik. Kita pun tidak perlu merasa lose karena sudah mendidik orang yang kemudian pergi. Kita sudah mendapatkan win juga karena berkontribusi pada ybs dan masyarakat yang mendapatkan layanan terbaiknya. kita juga akan mendapatkan win yang lain karena merekrut orang baru (yang tentunya kualifikasi awalnya pun sudah lebih baik karena kondisi zaman) untuk dilejitkan lagi. Satu saja syaratnya kinerja tidak boleh turun karena pergantian tersebut. pengetahuan mesti tetap tersimpan di organisasi, tidak dibawa pergi si fulan tadi. 

Bagaimana pendapat anda, perlukah jenjang karir untuk staf administrasi semacam ini?

 

One Response to Pengembangan staf administrasi

  1. Fernando Adventius says:

    Saya sangat setuju dengan bapak

    Seandainya pemerintah dapat (baca:mau) meng-gratiskan pendidikan, maka hal spt ini tidak perlu terjadi. Tidak ada lagi pak Fulan yg harus manjadi staf admin krn pendidikan yg kurang (bukan kemauan yg kurang) & tidak ada lagi mahasiswa yg harus ngajar privat ke sana-sini & mengemis-ngemis beasiswa atau orang tua kaya yg pamer anaknya bisa kuliah di universitas luar negeri (yang menurut THEQS di bawah ranking ITB)

    Bagaimana kalau SBM menyediakan beasiswa full untuk 1-5% dari total bangkunya, saya hitung-hitung dengan metode subsidi silang SBM bisa menyediakan 20 kursi gratis dengan menaikkan SBPT dari 60jt ke 70jt dan SPP dari 625rb/SKS ke 700rb/SKS, tidak akan terlalu terasa u/ orang tua mahasiswa dgn income > 20jt per bulan namun akan sangat membantu bagi 200 mahasiswa kurang mampu selama 10 tahun.

    Bukankah ini sesuai dengan konsep zakat 2.5%?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: