Better Faster Cheaper

Salah satu motto yang ingin selalu saya ingat adalah judul di atas. Motto yang mencerminkan semangat untuk berubah ke arah yang lebih baik. Kaizen kata orang jepang untuk menggambar proses perbaikan yang berkelanjutan. Dengan redaksi yang berbeda, Rasulullah Muhammad SAW mengatakan beruntunglah orang yang hari ini lebih baik dari kemarin.

Kita seringkali terjebak dalam kemapanan. sudah merasa nyaman dengan apa yang ada. Tidak salah juga sebenarnya karena untuk situasi tertentu sikap semacam ini menunjukkan ke-syukuran kita pada apa yang telah kita terima. Tetapi di luar konteks itu maka terbuai dalam comfort zone ini dapat menelantarkan kita.

Sering saya usil bertanya kepada karyawan mengapa dia melakukan suatu pekerjaan atau tentang caranya melakukan pekerjaan . jawaban yang sering saya terima adalah karena memang dia diperintahkan begitu atau seniornya juga melakukannya seperti itu. Jawaban ini jawaban yang salah menurut hemat saya. Kalau kita ingin terus maju, tidak boleh berhenti bertanya mengapa dan mengapa? Kalaupun harus berhenti bertanya, sifatnya harus sementara.

Ada banyak peluang melakukan perbaikan. Mungkin kita dapat menghasilkan produk atau jasa dengan lebih baik, mempercepat waktu penyelesaiannya, atau menghasilkannya dengan lebih murah. Ya better, faster, cheaper itu tadi. Kalau para sprinter mengejar untuk perbaikan kurang dari 1 detik, masa kita tidak dapat menghasilkan perbaikan dari proses yang masih berlangsung dalam periode hari-an, jam-an, atau menit-an? lihatlah praktek pengadaan barang di kampus tercinta ini. Masih bagus kalau leadtimenya dalam hitungan jam. Dalam hal produktivitas juga sama. Kalau di tempat lain ada yang melayani sekitar 2000 mahasiswa dengan hanya 25 dosen tetap, mengapa kita tidak bisa? padahal dengan jumlah mahasiswa lebih sedikit. Dan masih banyak contoh lagi dimana area dan kesempatan untuk melakukan perbaikan terbuka lebar.

Biasanya orang segan berubah karena ada yang merugikan dirinya. Secara materi mungkin ya, tetapi biasanya juga tidak berlangsung lama. Ketidaknyamanan akibat perbaikan (perubahan) hanya akan berlangsung sebentar saja. selanjutnya akan terdapat banyak nilai positif yang dinikmati sebelum beranjak pada kenikmatan yang lebih baik lagi. Jadi perbaikan tidak perlu ditakuti, justru kemandekan yang perlu kita waspadai.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: