Puncak, riwayatmu kini…

Rabu kemarin untuk pertama kalinya saya survey ekskursi mata kuliah Ecology, Technology and Sustainable Future (ETSF) ke daerah puncak. Tiga ekskursi sebelumnya (pangandaran 2005, pulau seribu 2006, majalaya 2007) tidak pernah saya ikuti. Sebuah perjalanan yang mencerahkan karena menjelaskan betapa kompleksnya persoalan yang dihadapi bangsa kita ini (sebuah eskalasi yang tidak berlebihan rasanya). Seperti yang direncanakan, rombongan survey dipimpin langsung Pak Syarmidi.

Ada empat lokasi yang kami kunjungi seharian kemarin itu, sebuah Taman Bunga di sekitar cipanas, Cibodas, perkebunan teh gunung mas, dan taman safari cisarua. Dari keempat lokasi tersebut dapat dijumpai fenomena (i) pendirian tempat wisata (bahkan level internasional) yang tidak disertai rencana pengembangan daerah sekitarnya (ii) pembangunan yang tidak terkendali karena lemahnya koordinasi dan kontrol pemerintah daerah terhadap pembangunan yang dilakukan sekelompok orang atau individu (iii) Perusakan hutan yang dilindungi sudah sampai pada titik yang mengkhawatirkan karena dapat menyebabkan banjir yang berujung di ibukota kita (iv) tumbuhnya kegiatan ekonomi skala kecil (mass tourism?) yang tidak terkendali telah menutupi potensi real tourism atas keindahan daerah puncak. Entah apalagi yang bisa kita pelajari dari setting di puncak ini.

Saya baru menyadari betapa sulitnya merancang suatu bisnis yang berkelanjutan tanpa perlu merusak alam sekitar kita. Tampaknya uang kembali menjadi berhala mengalahkan kehadiran Yang Maha Kuasa di hati-hati kita. Pola pikir jangka pendek dan parsial selalu mendominasi tindak tanduk keseharian kita. Pantaslah rasanya Prof. Li choi chong minggu lalu begitu bersemangat menceritakan program SEED-nya yang dikembangkan bersama-sama mahasiswa SBM. Niat membangun sebuah industri kecil di desa harus dipikirkan secara matang agar micro-enterprise yang mengikuti perkembangan bisnis tersebut memang sesuai dan menunjang pertumbuhannya. “Kecil memang skalanya tapi harus berhasil”, kata prof chong bersemangat. Ini adalah model pembangunan ekonomi yang diharapkan berkelanjutan (sustainable economic development).

Walaupun capek duduk di bangku belakang, rasanya tidak rugi sudah terlibat dalam kegiatan ini. Semoga saja aktivitas kuliah yang sudah berlangsung 4 tahun ini dapat menjadi informasi, pemikiran yang menggugah kita semua. Ya, buku adalah media yang tepat untuk mengkomunikasikan segala macam ide, pelaksanaan dan lesson learned dari perjalanan mahasiswa nanti. Semoga…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: