Walk the Talk

Saya ingat waktu masih tinggal dengan orang tua (ibu), sejak sma dan kuliah, banyak ibu-ibu tetangga yang datang ke rumah untuk belajar mengaji. Mereka tidak belajar mengaji dalam pengertian membaca huruf alquran, tapi lebih tepatnya mengkaji menurut saya. Biasanya mereka membaca beberapa ayat Alquran, kemudian diartikan baru terakhir dihafalkan sebagai tambahan bacaan dalam shalat. Waktu itu cukup banyak pesertanya, sampai waktu senin hingga jumat sore selalu ada grup yang datang. Hal ini terus berlanjut sampai saya tinggal sendiri dan menikah.

Saya pernah tanya ke ibu, “mengapa mereka senang belajar di rumah?” saya tahu banyak masjid di sekitar rumah, dan tentunya banyak pula ustad yang memiliki ilmu lebih baik dari ibu saya yang hanya pernah mengenyam mualimat di yogya. Ibu saya pernah menyampaikan, ” ya ngga tau juga, tapi mereka pernah bilang bahwa ngaji dengan ibu Mun (begitu ibu saya mereka panggil) enak karena kelihatan buktinya, keluarganya tentram, anak-anaknya berhasil dsb”. Sepertinya ada kasus di mana orang yang menyampaikan dakwah tidak terlihat dapat mempraktekkan apa yang didakwahkannya. Semoga saja Allah swt tetap memberikan ibu saya kekuatan untuk tetap berbuat seperti itu sampai akhir hayatnya, Amin.

***

Sudah bukan rahasia lagi bahwa masa pemilihan pemimpin sekarang akan dipenuhi janji-janji manis, dan belakangan tidak ada buktinya. Cukup sering juga kita amati banyak peraturan dibuat tapi tidak ada penegakan hukumnya. Yang fantastis, orang yang membuat aturan malah melanggarnya sendiri. Saya tidak perlu menyebutkan contohnya karena terlalu banyak, dan silakan temukan di lingkungan dekat sekitar kita.

***

Kasus lain, konsultan dari perguruan tinggi saya dengar isunya sudah berkurang peminatnya. Katanya, dan menurut pengamatan serta pengalaman saya, outputnya tidak sebaik konsultan swasta. Terlalu banyak teori, kurang membumi, tidak praktis mungkin cukup menggambarkan feedback dari kata-kata orang tadi. Saya tidak ingin memvalidasi kebenaran kata-kata orang tadi. Untuk perbaikan, gosip seperti itu pun cukup dijadikan dasar perubahan ke arah yang lebih baik.

Di salah satu milist kemarin saya baca hal klasik. Ada yang mengatakan “janganlah kita mengklaim kepakaran kita sendiri, itu hanya lahir dari kepercayaan masyarakat atas karya nyata kita selama ini”. Tampaknya email tersebut ingin membantah perilaku orang yang mengklain kepakaran atas dirinya, dan menghujat orang lain yang bukan pakarnya. Hmm…

Alangkah indahnya kalau semua kepakaran orang di perguruan tinggi tidak hanya diaplikasikan untuk orang lain (baca: masyarakat umum atau perusahaan). Apresiasi masyarakat akan sangat posisif jika mereka melihat kepakaran seorang dosen tampak dari betapa bagusnya penerapan ilmunya di kampusnya. Yang ahli akustik tampak dari akustik gedung di sekitarnya yang sangat baik. Yang ahli manajemen tampak dari sistem manajemen di lingkungannya yang sangat baik. Yang ahli keuangan tampak dari sistem keuangannya yang rapi dan akuntabel, dan lain sebagainya. Yang sering terjadi sayangnya sebaliknya. Apa yang menjadi keahliannya (klaimnya) justru tidak tampak sama sekali.

Melalui tulisan ini saya ingin menanamkan tekad bahwa ini tidak boleh terjadi lagi, paling tidak pada diri sendiri. Kalau belum ada pengakuan dari masyarakat, saatnya untuk membuktikannya lewat karya nyata, bukan dengan menyalahkan orang lain. Kerjakanlah apa yang kita pelajari dan minati sehingga terbukti di mata masyarakat.

Rasanya hanya dengan begitu kita pantas mencantumkan “walk the talk” sebagai value organisasi kita.

One Response to Walk the Talk

  1. suhadinet says:

    Saya setuju, mengkalim diri sendiri sebagai pakar sangat tidak adil dan tidak objektif.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: