Antara KM dan ERP

Knowledge Management sudah bukan konsep baru lagi. Sudah banyak perusahaan yang mencoba menerapkan konsep ini. Terlepas dari hasilnya yang sering masih mengecewakan, tidak berarti kita perlu mengembangkan teori baru untuk melengkapi konsepnya. Bagi saya persoalan KM lebih banyak pada strategi implementasinya agar tujuan akhir menciptakan budaya sharing terbentuk. Tools saat ini sudah bukan masalah. 

Yang baru saya dengar adalah konsep KM menjadi driver dari ERP.  Selama ini saya melihat ERP dan KM adalah makhluk yang independen secara sistem.  Yang menjadi driver dari ERP adalah pengembangan proses bisnis. Ada atau tidak ERP, proses bisnis harus berjalan. ketika dalam perjalanan suatu organisasi, ada pengetahuan baru baik dari perbaikan terhadap proses maupun terjadi proses pembelajaran pada individunya, pengetahuan ini yang disimpan dalam aplikasi KM. Dengan demikian posisinya keduanya mungkin beririsan dari segi konten.

Menjadi agak janggal rasanya aplikasi KM menjadi driver apalagi dapat mengganti fungsi ERP. Tapi itulah yang saya dengar dari seorang konsultan KM. Kalau KM dikaitkan dengan portal dari sebuah organisasi boleh jadi masih masuk akal karena banyak konten-konten dalam portal dapat langsung menjadi konten KM. Jika merujuk pada pengertian sederhana bahwa tujuan akhir KM adalah budaya sharing, maka portal menjadi media yang cukup pas memfasilitasi proses sharing online diluar kegiatan offline.

Ada pencerahan?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: