Solve the problems

Banjir di jalan tol menuju bandara sukarno-hatta terjadi lagi, mengulang hal yang sama beberapa bulan lalu. Fakta juga menunjukkan bahwa kejadian ini bukan hanya 2 kali ini saja terjadi jika ada yang beralasan waktu antara keduanya terlalu pendek. Banjir di berbagai tempat pun menunjukkan pola yang sama, yaitu terjadi berulang-ulang. Begitu rutinnya sampai-sampai warga tidak menganggap lagi bencana itu sebagai bencana, tapi sebagai bagian dari kehidupannya sehari-hari.

Kemarin sore saya juga mononton acara investigasi di TV yang mengupas soal pewarna yang digunakan untuk makanan. Dampaknya jika dimakan cukup mengerikan tapi melihat usaha yang dilakukan pihak-pihak terkait seolah biasa-biasa saja. Ada orang tua yang diwawancara mengatakan “anak saya sudah kebal dengan makanan-makanan itu, apa saja dia makan, yang penting sehat“.  wow, saya sungguh-sungguh terkejut mendengar pernyataan seperti itu. tapi ya itu tadi, alah bisa karena biasa kata orang.

Setiap hari kita disuguhi berbagai hal yang memerlukan penanganan segera. Tapi tindakan kita tidak sampai memecahkan masalah. Gejalanya saja yang kita goyang-goyang, analisis jarang dilakukan sampai tuntas. Memang masalah bangsa ini kompleks. Satu dengan yang lain saling terkait. Tapi kalau kita terus berasumsi demikan, percayalah tidak akan ada yang terpecahkan. Harus ada yang berani memutuskan lingkaran setan persoalan atau memutuskan keterkaitan masalah dengan masalah yang lain. Jangan lupa bahwa sekusut apa pun masalah, dengan tools yang tepat kita pasti dapat menemukan akar masalahnya.

Barangkali juga upaya memecahkan masalah sudah banyak. Masalah berikutnya biasanya pada data. Budaya kita dalam merekam data dari setiap kejadian yang sudah lewat masih lemah. Setiap kejadian dalam keseharian kita adalah data, apalagi dalam konteks berbisnis. Berapa banyak orang yang kecewa karena tidak mendapatkan produk yang diinginkannya hari ini? kemarin? dst? bersyukurlah bagi yang merekam data itu, jika tidak maka kita tidak pernah tahu lost sales perusahaan kita. Berapa banyak listrik mati selama satu bulan terakhir, bulan sebelumnya dst? kalau PLN tidak tahu maka mereka tidak akan pernah bisa mereduksi kesalahan tersebut apalagi menghilangkan kesalahan itu.

So, hemat saya jika setiap saat kita berpikir untuk memecahkan masalah, dan karena itu kita mengumpulkan data yang relevan, rasanya hidup akan selalu berarti, berarti buat diri dan orang lain.

note tambahan: tapi hati-hati juga, semakin sering kita mengkritisi dan berupaya memperbaiki sistem, semakin besar pula kemungkinan kita menyinggung orang lain. :( 

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: