Major: Operations

Sore kemarin – di luar waktu yang ditentukan – sejumlah mahasiswa meminta kami dosen yang tergabung di grup OPM (Operations and Performance Management) untuk menjelaskan lebih jauh mata kuliah pilihan di Konsentrasi (Major) Operations. Buat mereka ini penting untuk menetapkan pilihan hidup mereka di MBA. Saya sendiri melihatnya tidak se-kritis itu. Lulus MBA tidak mesti bekerja di bidang yang kita minati. Kesempatan yang ada perlu juga dilihat, toh sebagai core dari MBA semua fungsi manajemen juga diberikan.

Tapi ada pertanyaan yang sangat menggusarkan mereka misalnya “apa sih yang bisa saya sampaikan kepada orang lain jika ingin mengajak mereka mengambil konsentrasi ini?”, “saya bukan dari teknik apalagi teknik industri, apa bisa masuk operations?” Melihat fenomena ini, kelihatannya penjelasan tentang bidang pekerjaan ini memang menjadi penting buat mahasiswa. Lebih bagus lagi jika akses mereka pada para praktisi di berbagai bidang cukup tersedia. Apa komentar saya?

Karena kami berempat waktu itu, masing-masing kami memberikan pendapat berdasarkan pengalaman kami. Seorang senior mengatakan jika kita menguasai operations, dalam waktu yang singkat kita dapat menemukan problem yang dihadapi oleh organisasi kita. Dan itu tidak terbatas pada urusan operasional saja, termasuk juga pada urusan-urusan strategis. Di luar itu jika kita berbicara dengan orang dari bidang yang lain rasanya tidak terlalu sulit selama kita memahami proses. Proses adalah inti dari aktivitas menciptakan nilai tambah dari sebuah organisasi.

Saya meng-aminkan jawaban itu karena memang kelemahan kita pada umumnya adalah proses. Begitu lemahnya sampai kita tidak tahu dimana harus melakukan perbaikan. Bagi saya sendiri, pemahaman kita akan sebuah proses, termasuk detailnya, itu akan membantu kita dalam menganalisis masalah. Boleh saja posisi kita tinggi di perusahaan sehingga lebih sering mendengarkan suara “pembisik” daripada hasil analisis kita sendiri, tapi setidaknya kita dapat mengatakan “yes” or “no” pada bisikan yang kita terima. Ada satu lagi yang membuat saya senang dengan pemahaman detail dari sebuah proses, kita bisa mengarahkan atau membantu orang lain (bawahan) agar mereka menyelesaikan pekerjaan dengan mudah. Bayangkan jika anda sebagai bos hanya bisa menyalahkan tanpa bisa mengatakan bagaimana seharusnya?!??! sedih kan?

Soal latar belakang yang jauh dari operations, saya mengatakan justru karena itu anda perlu mengambil konsentrasi ini. Bagi yang background-nya teknik industri, rasanya tidak terlalu perlu mengambil operations kecuali dulu kuliahnya cuma kuliah aja, belum menangkap esensi ilmunya. Contoh kemarin ada mahasiswa dari farmasi, saya mengatakan justru cocok mengambil operations. Alasannya jelas: untuk mengelola apotek, pabrik obat, rumah sakit jelas harus menguasai supply chain management. Bagaimana kita berkolaborasi dengan supplier dan juga customer agar biaya minimal dan service level meningkat. Pernah ada satu pabrik obat yang level inventory-nya selama 1 bulan senilai 2 Milyar. Bukankah ini perlu dipecahkan dengan teknik-teknik dalam operations?

So, saya pikir bagus sekali kalau anda memahami aspek-aspek dalam operations. Tapi pada akhirnya salah memilih konsentrasi rasanya tidak se-fatal kalau salah memilih istri😉

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: