Rasanya sudah dekat

Entah apa yang saya pikir dan rasa jumat lalu. Saat akan mengajar sore itu dada terasa sesak. Seperti ada yang aneh dengan suasana waktu itu. Entah kenapa saya jadi sedikit khawatir, jangan-jangan…

Saya coba rileks, menyandarkan kepala di sofa yang ada. Tangan sambil memegang dada. Terbayang kalau itu adalah akhir cerita hidup ini, betapa sulitnya hidup ke depan nanti. Tanpa bekal yang memadai, terbayang siksa menyambut kehadiran diri di alam kekal. Saya coba tulis beberapa kata di PDA agar ada yang baca ketika masa itu sudah lewat.

Alhamdulillah, sampai detik ini jari-jemari masih diberi kesempatan untuk menuliskan pengalaman ini. Jantung masih berdegup. Hari ini masih bisa bercengkerama dengan keluarga. Masih bisa berjamaah dengan Aan ketika maghrib. Ya Allah, terima kasih atas kesempatan yang masih Engkau berikan. Jadikan momen-momen seperti kemarin selalu hadir agar hamba selalu ingat dengan batas hidup ini.

Entah kapan tidak ada yang tahu. Mumpung masih sempat, mohon maaf atas kekhilafan saya. Tanpa maaf semuanya rasanya sulit menyelesaikan kehidupan yang kekal nanti. Ampuni hamba ya Allah. Ampuni hamba. Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: