* Syarat dan Ketentuan Berlaku

Kalau sudah baca tulisan ini di reklame, saya sudah membayangkan apa yang kita harapkan dari janji sebuah reklame pasti tidak terwujud. Begitu sering statement ini dicantumkan, kesimpulan saya sampai saat ini, hanya untuk mengelabui konsumen. Benar ngga?

Maaf kalau tulisan ini agak provokatif.  Yang jelas saya ingin menggarisbawahi bahwa reklame pada dasarnya adalah informasi yang seharusnya benar karena jika tidak maka itu termasuk bohong. Terlebih lagi jika sudah termasuk kategori janji yang sudah seharusnya ditepati. Jika tidak maka ingkar. Dilihat dari kacamata dunia tidak ada persoalan anda mau bohong atau ingkar. Perusahaan akan punya seribu akal untuk menutupi kebohongannya. ya itu tadi, dengan menuliskan ada syarat dan ketentuan untuk berlakunya sebuah janji. [Please cek ini adalah ciri-ciri kemunafikan, dan besar ancaman Allah atas kemunafikan].

Saya pikir dunia sudah terlalu penuh dengan hal semacam ini. Cobalah kita isi dengan hal-hal yang baik. JIka memang kita ingin berjualan dan untung, silakan ambil untung. Jika kita menginginkan untung sebanyak-banyaknya, silakan juga. Tapi jika kita juga ingin memberikan untung kepada pelanggan kita, ya seharusnya kita berikan juga. Bukan dengan hal-hal semu, apalagi menipu. Sudah bukan saatnya budaya SMOS (senang melihat orang susah) SMOS (susah melihat orang senang) dilestarikan. Kita bisa mendapatkan untung bersamaan dengan orang lain meraih untung (silakan baca Supply contract dalam SCM).

Tadi pagi saya berbelanja di salah satu hypermarket di pusat kota Bandung. Di sana tertulis, semua belanja dengan kartu anggota dapat discount 20% (mungkin dengan catatan yang entah berseliweran di mana bahwa itu hanya berlaku untuk produk tertentu kali). Kalau anda belanja produk sayuran, daging, buah segar akan ada discount 20% lagi. Tapi waktu lihat struk ternyata tidak seheboh yang disampaikan. Ya itu tadi (mungkin) ada tanda * yang luput dari mata saya. Setelah melewati kasir, tertulis gratis parkir. Waktu di gate keluar saya sampaikan saya belanja di toko tersebut dan sudah menyiapkan bukti slip belanja, si petugas mengatakan “oh itu sudah diberikan di toko pak, jadi akan tertulis di struk bapak biaya parkir”. Karena sesuai dengan perkiraan saya (bahwa ini akan sulit) dan daripada menghambat yang lain, saya bayar saya parkirnya. selama di perjalanan pulang, saya minta istri melihat struk belanja, ngga ada tuh pemberian/pembebasan parkir. Seperti biasa… syarat dan ketentuan berlaku… 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: