Penjara? oh no…

Beberapa hari yang lalu saya mendapat telepon dari seseorang yang saya kenal, sangat dekat bahkan. Tapi itu sekitar 24 tahun lalu, ketika saya masih SD punya teman yang beda umur sekitar 3 tahunan. Ya, teman ini sudah SMP waktu itu. Saya kenal baik karena orangnya sangat baik. Ngajinya pinter, bahasa arabnya pinter, azannya subhaanallahu – merdu sekali. Setiap pagi teman ini yang mengumandangkan tarhim (bener ngga ya sebutannya) sebelum shalat shubuh. Sekaligus kemudian menjadi muazzin subuh waktu itu. Waktu maghrib pun tidak terlewat olehnya azan memanggil orang shalat.

Begitu terkesannya saya dengan pribadi teman ini, sampai saya kaget menerima kabarnya kemarin yang menelpon dari penjara kelas 1 di cirebon. Saya juga mendapat kabar dari kakaknya yang menelpon minta tolong dibantu, yang saya juga tidak tahu mau bantu apa. Penjara??? saya tidak pernah punya pengalaman dengan tempat satu ini kecuali hanya melewatinya saya di beberapa kota.

Lewat smsnya yang dikirimnya lewat curi-curi waktu di penjara dengan meminjam hp temannya, dia bercerita begitu menderita di penjara. Yang namanya siksa sudah menjadi makanan setiap hari. untuk mendapat ruang yang lebih layak saja dia tidak sanggup karena harus membayar 100 ribu (entah untuk berapa lama dan untuk apa). Jadi tidurnya di sebelah toilet sambil meringkuk. Bajunya sudah 7 bulan tidak diganti karena memang tidak punya ganti. Sungguh kabar yang sangat menyedihkan.

Kabarnya dia dituduh melakukan pelecehan seksual di bogor yang katanya tidak pernah terbukti.  Tapi waktu terus berjalan tanpa ada peradilan yang benar-benar adil sehingga dia dipindahkan ke cirebon. Penjara kelas 1 katanya, entah apa artinya buat saya. Saya cuma membayangkan barangkali kelas 1 ini berarti penjara yang lebih keras. Melihat track recordnya dulu sekali, rasanya tidak mungkin tuduhan itu benar, tapi 24 tahun boleh jadi mengubah seseorang secara total.

Saya sudah telpon beberapa teman untuk mengetahui apa yang seharusnya saya lakukan. Banyak yang menyarankan untuk berhati-hati, karena ya itu tadi, jangankan 24 tahun, orang bisa berubah dalam hitungan bulan. Saya bingung juga, tidak bisa berbuat apa-apa kecuali mendoakannya agar diberi kekuatan dan kesabaran menjalani musibah ini. Barangkali itu salah satu cara Allah swt membebaskan dirinya dari dosa yang pernah dilakukannya. Semoga Allah swt selalu melindungimu kawan. Amin…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: