Tom and Jerry

Aan suka sekali nonton file kartun Tom and Jerry. Karena sukanya, saya bisa juga melihat film yang sama ditonton berkali-kali. Tapi memang lucu filmnya. Ada momen-momen keduanya iseng saling mengganggu, atau rada “jahat” untuk saling mencelakai. Namun demikian, di beberapa episode, ketika (biasaya) Jerry yang sudah celaka, terusir, menderita, eh timbul rasa iba si Tom.

Pagi tadi sebelum nonton Sport7 saya melihat lagi kejadian itu. Jerry sudah ditepok oleh Tom sampai gepeng lalu dibuang keluar rumah yang lagi banyak salju. Karena sudah dibuang, Tom berusaha tidur karena merasa tidak ada gangguan lagi. Tapi ternyata dia tidak bisa tidur karena terbayang kondisi Jerry di luar sana. Akhirnya Tom mengambil kembali Jerry yang sudah membeku dan memberinya obat. Si Jerry sembuh dan akhirnya mereka bergembira, Jerry menari dan Tom bermain piano.

Cerita pendek dan khayal ini barangkali ingin menyampaikan bahwa tidak ada musuh abadi. Justru pada saat-saat terakhir yang seharusnya kondisi itu diharapkan lawan,  kadang rasa bersalah karena mencelakai dan rasa bersahabat itu muncul. Apakah ini hanya berlaku pada dunia kartun? saya yakin tidak. semua orang bisa saja memiliki musuh. Tapi tidak ada musuh yang sebenarnya, kecuali diri kita sendiri.

Terlalu banyak orang melihat lawan sebagai musuh abadi. Hampir tidak ada celah untuk melihat kebaikan sedikit pun pada lawan. Tidak usah pada kancah politik, di kehidupan sehari-hari saja mudah kita temui. Kadang hanya kesalahan setitik saja, orang akan mencap kejelekan untuk semua perilakunya.

Saya masih merasa aneh jika seorang dosen kemarin bertanya “apakah dosen di SBM tidak boleh memarahi mahasiswanya?”. Beliau mengatakan memang begitulah isu yang mereka dengar. Entah dari siapa isu itu, jelas bukan isu yang perlu di-iyakan. Kalau memang dari dosen, sudah seharusnya dosen membuang isu itu karena dosen seharusnya tahu apa tanggung jawabnya. Sepertinya kita memang harus belajar dari anak-anak dan segala film kartunnya. Kalaupun mereka berbuat mencelakai orang, itu tidak diniatkan…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: