Selamat jalan bu Nur …

Awal ramadhan ketika saya sempat sakit, saya menerima sms dari bu Nur. Isinya mohon doa karena akan dioperasi di RS Boromeus. Saya sempat balas, karena sakit jadi tidak sempat jenguk. Saya hanya bisa mendoakan semoga operasinya berjalan lancar. Beliau langsung membalas berdoa semoga saya cepat sembuh. Tak disangka, begitu optimis kita semua dengan operasi yang akan dijalankan, tapi Allah hari ini memanggil pulang beliau. Innalillaahi wa inna ilaihi roji’uun…

 Banyak kesan baik yang terekam di benak saya. Saat mengerjakan beberapa tugas di TImah, Angkasa Pura, bahkan sempat kami berkunjung ke Batam. Selama proses itu saya mendapati bu Nur bagai seorang ibu layaknya yang membimbing kami yang muda-muda sekaligus berbagi kepakaran yang dimilikinya. Tidak ada perilakunya yang menyulitkan atau menyinggung saya. Kepulangan bu Nur benar-benar mengagetkan. Kata orang, memang orang baik selalu lebih cepat dipanggil Allah, semoga demikianlah dengan kepulangan bu Nur.

Bu Nur adalah dosen yang baik. Sewaktu mengambil S1 dan S2 saya diajar beliau. Bu Nur jugalah yang menjadi penguji saya sewaktu sidang kelulusan di S1. Sebagai dosen, sudah semestinya banyak ilmu dan pengalaman yang diajarkan kepada anak didiknya. Semoga ilmu yang diajarkan itu menjadi amal yang terus berbunga sesuai dengan janji Allah walau beliau sudah tiada.

Begitu baiknya beliau di mata saya, rasanya bu Nur adalah satu dari sedikit dosen senior yang memahami betul semangat anak muda. Beliau tidak memiliki benteng dengan yang muda-muda. Kita pun tidak ada halangan untuk menyampaikan uneg-uneg kepadanya baik serius maupun sambil bergurau.

Di usia yang sudah di atas 50 tahun, beliau tidak segan dan malu untuk mengambil S3, satu-satunya atribut yang belum dimilikinya. Semua pengalaman dan dedikasinya pantas membuatnya menyandang profesor saya pikir. Tinggal menunggu gelar S3 saja… Tapi itu urusan administrasi. Sebagai dosen, saya pikir bu Nur sudah mencapai segalanya. pada posisi yang senior itu, beliau masih mendapat tanggung jawab yang besar untuk mengajar, memegang jabatan struktural dsb. Yang jelas beliau sudah menyebarkan manfaat yang besar kepada lingkungannya. Bukankah Allah berjanji memberikan gelar sebaik-baik orang kepada hambaNya yang bermanfaat kepada orang lain. Seperti namanya, bu Nur sudah menjadi cahaya hidup bagi orang banyak. 

 Bu Nur, di bulan yang suci ini Allah memanggil ibu. Pasti Allah merencanakan yang terbaik buat ibu. Sakit yang diberikan Allah semoga menjadi penggugur semua dosa ibu. Doa-doa anak yang shalihah dan amal bakti mengajarkan ilmu semoga menjadi penambah berat amal kebaikan ibu. Dan lebih dari itu semua semoga Allah memberikan tempat yang mulia di sisiNya buat ibu. Selamat jalan bu Nur…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: