Mengabaikan hal kecil untuk (tidak) mendapatkan hal besar

Kalau belanja di supermarket atau toko biasa sekalipun, sering sekali kita mendapati uang kembalian yang diganti dengan permen. Pada kasus yang lain, uang sejumlah recehan dibulatkan ke ratusan terdekat atau bahkan ke 500-an terdekat. ini bisa kita dapati di POM bensin misalnya. Sepertinya uang IDR 5, IDR 25 bahkan IDR 100 sudah tidak berarti lagi bagi sebagian besar rakyat Indonesia ini. 

Entah bagaimana uang-uang selisih itu dilaporkan dan dimanfaatkan. Beruntung kalau pembayar merasa ikhlas, tapi rasanya tidak semua orang ikhlas. Ada yang membiarkannya karena malas memintanya, menunggunya, atau malas berdebat. Kalau sudah begitu sebenarnya kita harus hati-hati karena bisa jatuh pada merampas hak orang lain.

Saya ingat waktu di Jepang dulu, kami sering punya dompet kecil untuk menyimpan uang receh walau sekecil 1 yen. Saya ingat betul sewaktu membeli handphone (sekali-kalinya itu) harganya ya 1 yen sehingga saya agak malu juga bayarnya. Jadi ketika kami belanja, jumlah 3 digit terakhir sebelum koma kami sempurnakan pembayarannya dengan uang receh tersebut. Kasirnya pun dengan sabar menunggu kita mencari uang receh di dompet. 

Begitulah orang jepang menghargai hal kecil. Saya memahami hal ini sebagai bentuk penghargaan orang kepada hal kecil sebelum menghargai yang lebih besar. Sedikit banyak saya rasa sikap seperti ini berpengaruh banyak pada pola pikir. Atau itu justru menunjukkan bagaimana pola pikir suatu masyarakat. Dengan pola seperti ini rasanya jadi paham kenapa orang indonesia susah sekali maju. banyak hal kecil yang kita lewatkan untuk mendapatkan hal besar, padahal dari yang kecil itulah kita meraih hal yang lebih besar.

Silakan lihat bagaimana orang tidak menghargai waktu bermenit-menit, tidak menghargai lampu hijau di seberang sana, tidak menghargai taman kota, tidak menghargai jalan, dan hal lain yang sebenarnya tidak juga kecil. Sampai akhirnya orang tidak lagi menghargai hak hidup orang lain, apalagi “cuma” memakan harta orang lain, berkorupsi ria di atas penderitaan rakyat. Sungguh, ajaran Rasulullah saw, dosa besar tidak akan ada kecuali dimulai dengan dosa-dosa kecil…na’udzubillahi min dzalika

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: