Yah, Jangan sakit ya…

Hari Sabtu lalu sebelum berangkat ke SABUGA menghadiri wisuda di ITB, Aan mengantar saya sambil berkata “Yah, Ayah jangan sakit ya besok, biar bisa jalan-jalan ya”. Kira-kira begitu pesan singkat yang buat saya sulit mengiyakan kecuali hanya berharap demikian juga. Sudah 2 hari minggu dalam 3 minggu sebelumnya saya terkapar di tempat tidur, kepala pusing berat sehingga tidak bisa mengajak Aan dan Aina jalan keluar rumah. Rupanya tanpa pengetahuan statistik pun, Aan sudah melihat pola bahwa minggu ini (kemarin) ayahnya bakal sakit lagi. 

Sebenarnya saya dan istri sudah berupaya keras supaya tidak sakit lagi. sewaktu pulang mengajar jumat malam, istri sudah memijit kaki dengan counterpain karena masalah utama biasanya di kaki, yang mungkin tidak kuat lagi menahan beban tubuh ini. Rasanya cukup lama saya dipijit hingga bisa beristirahat dengan lelap. Paginya alhamdulillah badan dan pikiran terasa segar. Jadilah pagi itu saya berangkat dengan optimis, walau disertai permohonan Aan itu.

Karena wisudawan oktober ini lebih banyak, selesai acara 12.30. Makan sebentar, kemudian ke gelap nyawang diskusi dengan pak dermawan sebentar, sampai di rumah hampir jam 14.00. sempat istirahat sebentar, sorenya kedatangan tamu hingga menjelang jam 17.00. Dilanjutkan dengan acara mandi Aan dan Aina, terus kami juga sampai semuanya selesai saat maghrib. jam 18.30 sudah siap lagi pada acara syukuran wisuda di GSG. Beruntung acara tidak banyak melibatkan saya, kecuali menerbangkan burung merpati melepas para wisudawan.

Sekitar jam 21.00 Aan dah mulai gelisah, Aina lumayan sempat tertidur selama acara berlangsung. akhirnya saya putuskan untuk pulang lebih awal. sampai di rumah ya sekitar jam 10. setelah shalat isya langsung semua tertidur. Karena kelelahan juga barngkali, Aan tidak tidur dengan lelap sehingga menyebabkan saya juga harus menenangkannya agar tidur kembali. Subuh, alarm sudah tak terdengar lagi. Yang terdengar hanya azan subuh.  Setelah shalat subuh, baru terasa kepala agak berat. Sampai Aan dan Aina bangun, mandi, sarapan, saya tak kunjung bisa menyegar-nyegarkan kepala dan badan. Akhirnya apa yang tidak diharapkan Aan terjadi, saya berbaring di tempat tidur setelah minum panadol, obat yang selalu saya coba hindari belakangan ini.

Baru setelah istirahat, sore saya bangun dengan perasaan harus lebih segar. sedikit istirahat tadi cukuplah membuat saya bisa memenuhi harapan Aan. jadilah sore kemarin saya keluar bersama keluarga. Aina girang bukan kepalang sambil berkata “ayo, ayo”. Alhamdulillah, walau tak seperti yang diharapkan, kemarin saya masih bisa memenuhi sebagian harapan anak-anak. Entah besok, waAllahu a’lam.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: