Wajah baru Bandara Timika dan Ujung pandang

 

Jumat pagi minggu lalu pesawat Airfast yang saya tumpangi mendarat di bandara Mozes Kilangin, Timika, setelah ditunda cukup lama. Capek terasa karena tidur malam diganggu 2 kali transit di Surabaya dan UjungPandang. Seharusnya saya tiba kamis sore sehingga masih dapat beristirahat kamis malam sebelum mulai mengajar jumat pagi. Tapi kali ini sesampainya di tembagapura jam 9.15-an, jam 10 harus sudah manggung di kelas, salah satu hall di Lupa Lelah Restoran. Pagi ini saya duduk di ruang tunggu keberangkatan di bandara yang sama saat saya mengajar tahun lalu tapi dengan wajah yang sama sekali berubah. Kalau dulu membuat saya harus menabah-nabahkan diri, sekarang saya duduk santai sambil menulis catatan perjalanan ini.

Saat tiba jumat lalu, ruang kedatangan yang dulu sesak, panas, tanpa conveyor belt, berubah menjadi ruangan yang cukup nyaman walaupun kecil. Ruangan cukup adem mengingat cuaca di timika yang panas. Kita cukup menunggu barang di pinggir ban berjalan. Ruangan terasa bersih dan rapi. Sebuah operasi plastic telah mengubah wajah ruang kedatangan di mozes kilangin. Tempat parkir juga cukup rapi dan lega dibanding sebelumnya.

Ruangan keberangkatan jauh lebih baik lagi. Kalau dulu saya protes hanya dalam hati banyaknya preman di ruang check in, pagi ini saya masuk dengan santai. Jalan masuk hanya untuk penumpang. Masih ada orang yang saya lihat tahun lalu sebagai calo atau apalah namanya, tapi rasanya Cuma satu itu. Artinya keberadaannya tidak sampai mengganggu kelancaran proses check in. kalau dulu x-ray barang sangat crowded, sekarang sudah mirip dengan bandara lain di Indonesia. Tidak ada antrian yang cukup berarti di counter. Kalau pun ya, rasanya tidak akan masalah karena kondisinya nyaman. Ruang tunggu jauh lebih lega dan adem. Sayang telkomsel flash di sini sangat berat, bukan hanya di bandara, tapi juga di tembaga pura. Mudah-mudahan perubahan fisik ini membawa perubahan lain terutama budaya/attitude masyarakat bandara di timika.

Oh ya, di ujung pandang juga terjadi perubahan luar biasa. Hanya dalam waktu 1 tahun, saya keluar transit sekitar 15 menit kamis malam lalu merasakan suasana seperti di luar negeri. Atap bandara yang tinggi, pandangan yang luas, lokasi toilet, gate-gate serasa seperti di dubai (ya beda lah, tapi signifikan sekali perubahannya). Kursi di ruang tunggu cukup nyaman dan banyak. sayang jam 2 malam gitu saya tidak bisa melihat keramaian took-toko yang berada di areal ruang tunggu itu. Penggunaan garbarata semoga menjadi standar semua pesawat, bukan hanya karena waktu itu sudah malam he he.

Ok lah segitu dulu catatannya, perjalanan ke timika kali ini cukup menyenangkan.

[karena internetnya nggak bagus kemarin, sekarang dikirim dari kampus]

2 Responses to Wajah baru Bandara Timika dan Ujung pandang

  1. tomy makassar says:

    assalamualaikum,…
    masih di timika mas???? kebetulan saya di angkasa pura 1 makassar,….
    terimakasih atas komentaar2nya.

    • Mursyid Hasanbasri says:

      wa’alaikumsalamwr wb
      salam kenal pak tomy, saya cuma datang dan pergi aja ke timika. base-nya di bandung. sukses dengan bandara barunya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: