Integrity (lagi)

Tiga hari ini saya mendengarkan pemaparan kuliah-kuliah di semester depan. Cukup banyak hal menarik yg muncul dalam diskusi antar dosen dan tutor yang hadir. Satu diantaranya tentang bagaimana membentuk sikap lewat mata kuliah.

Ketika kuliah Labor Union and Industrial Relation disampaikan, satu dari aspek yang ingin diajarkan adalah integrity. Memang sulit mengukur pencapaian aspek ini. Tapi paling tidak ada sesuatu yang tersirat di dalamnya, yaitu bagaimana seseorang bertindak ketika berperan sebagai employee, employer, atau manager. Saya berpikir contoh yang akan disampaikan adalah seseorang akan selalu ingat pada posisi yang pernah didudukinya. Kalau sekarang manajer maka value yang dianutnya tidak akan bertentangan dengan ketika dia menjadi employee atau employer.

Tapi ada juga yang menyampaikan bahwa pada prakteknya sulit menemukan hal semacam itu. Mengapa? Karena employee dan employer selalu duduk berseberangan katanya. Apakah ini berarti tidak ada integrity atau bagaimana ya? Saya jadi khawatir, kalau demikian jangan-jangan pembelajaran di sekolah cuma sekedar memenuhi kredit saja?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: