Tips menulis projek akhir (2)

Setelah menemukan bidang dan topik yang sesuai, langkah berikutnya adalah menangkap masalahnya secara spesifik.

1. jangan bingung dengan istilah-istilah gejala, masalah, akar dsb. Prinsipnya adalah masalah (akibat) memiliki akar masalah (sebab). Fenomena/gejala/symptom (akibat)  memiliki masalah (sebab). Pola ini yang sering digunakan orang. Dari akar masalah (atau masalah untuk pola yang kedua), ada lagi yang disebut core problem atau akar masalah yang paling dominan. Jadi pegang prinsipnya saja, tidak ada aturan baku pola mana yang sebaiknya digunakan.

2. Mencari masalah tidak sulit. Gunakan kriteria Better, Faster, Cheaper sebagai pedoman. Jika ada satu saja dari ketiga kriteria tersebut pada unit organisasi/perusahaan yang kita kunjungi, maka kita telah memiliki masalah untuk dibahas. Contoh: (1) perusahaan memiliki pengeluaran yang terlalu besar, maka dapat disimpulkan ada masalah cost yang terlalu besar, bisakah kita membuatnya lebih murah?  (2) produk yang dihasilkan selalu sampai kepada konsumen terlambat, maka kita punya masalah dengan waktu, bisakah kita percepat? (3) jasa yang perusahaan berikan banyak dikomplain pelanggan, maka kita punya masalah dengan kualitas, bisakah kita buat lebih baik?

pada jenis perusahaan tertentu kriterianya bertambah menjadi safer, lebih aman. Kecelakaan kerja menjadi haram hukumnya🙂. jadi selama ada kecelakaan kerja apalagi sampai ada yang meninggal, maka kita punya masalah dengan keamanan dan keselamatan kerja.

Jadi tinggal tanya contact person di perusahaan tentang keluhan seputar 3+1 kriteria tersebut, atau amati sekilas lewat pengamatan langsung atau data sekunder, kita akan mendapatkan masalah untuk dibahas.

3. untuk meyakinkan bahwa masalah yang kita angkat benar-benar masalah, kumpulkan data pendukung. Selama kita temukan GAP pada kriteria di atas, kita akan mudah meyakinkan orang bahwa itu benar-benar masalah. Biasanya data historis akan bercerita banyak soal ini. Untuk memudahkan atau memperkuat, (i) tunjukkan dalam bentuk trend, (ii) bandingkan dengan target perusahaan, atau (iii) bandingkan dengan benchmark perusahaan lain.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: