Ospek lagi !!!

Saya lagi mengisi form sertifikasi dosen siang ini sampai udah cukup bingung menjawabnya (pertanyaannya meminta kita narsis he he). Jadilah break dulu sambil lihat detik.com. Eh ternyata headline-nya luar biasa menghentak, “Mahasiswa ITB tewas saat Ospek”. Terlepas benar atau tidaknya, isu semacam ini sudah tidak sepatutnya muncul dan muncul lagi. Saya betul-betul sedih…. sedih betul.

Saya sedih karena ospek masih saja mewarnai kegiatan mahasiswa. Memang banyak yang mengatakan isinya lebih baik dan sebagainya (mungkin niatnya). Tapi prakteknya saya lihat kasat mata tidak banyak berubah. yang terlihat memang seputar olah raga dan teriak-teriak, tapi kita tidak akan pernah tahu kalau sudah diteruskan di malam hari, apalagi di luar kampus.

Konon katanya saya adalah dosen di TI yang tidak mengikuti ospek. Alhamdulillah, dalam perjalanannya tanpa mengikuti ospek pun saya bisa survive walau sengaja atau tidak dikucilkan kakak-kakak angkatan. Tapi itu pun sebenarnya hanya oknum, toh saya tetap punya kenalan di setiap angkatan. kalau di luar nggak ada masalah sama sekali. Saya aktif di Salman, beres semua. Jadi saya bingung apa yang dicari mahasiswa dengan ospek.

katanya yang tidak ikut ospek adalah pengecut. Sejak dulu saya berpikiran sebaliknya. cukup banyak senior-senior yang beraninya karena ospek, karena posisinya memang ditinggikan oleh sistem. Entah mereka sebenarnya memiliki kepemimpinan atau tidak, mereka hanya berteriak-teriak tentang kepemimpinan. Bahkan memimpin pribadi pun tampak sulit jika dilihat kuliahnya yang tertatih-tatih. Justru yang berani itu adalah yang berani untuk tidak ikut ospek. berani menentang kejahiliyahan model baru.

Oleh karenanya saya sedih lagi jika masih banyak mahasiswa yang khawatir dengan ketidakikutsertaan mereka dalam ospek. sungguh di jaman pilihan begitu banyak, orang bebas menentukan jalan hidupnya, demokrasi menjadi isu di mana-mana, tidak patut ketakutan masih ada pada diri manusia. Hiduplah wahai mahasiswa, jangan biarkan dirimu dicabik-cabik orang lain…

2 Responses to Ospek lagi !!!

  1. hikmatpembaharuan says:

    Agak kaget juga ketika menyadari bagaimana waktu (pengalaman?) bisa mengubah paradigma kita.

    Dulu waktu kuliah juga saya mikirnya harus ikut ospek (supaya sama dengan yang lain). Walaupun sebenarnya hati berontak juga kenapa caranya harus seperti ini. Dan ketika ada kesempatan sebagai senior, maka pola lama juga yang dilakukan mengospek anak baru.

    Tapi sekarang mungkin udah tambah tua, ya syid… jadinya koq gak selera lagi dengan model seperti itu.

    ok. Salam. Senang bisa diskusi lewat blog ini.

    Paul.

    • Mursyid Hasanbasri says:

      Ya juga rasanya logis ada yang berproses dari “setuju ospek” menjadi “tidak setuju ospek”. Saya sendiri nggak mengalami itu Paul. saya hanya mencicipi beberapa kali pra-os waktu itu tahun 1991. Langsung saya pikir itu cuma kegiatan main-main yang berkedok pembinaan. So cabut abis itu. ada 10 orang kalau tidak salah di angkatan saya yang menjadi non-him. Tetapi tidak ada masalah yang berarti kok. Sayang 18 tahun berselang, masih ada yang tidak berani berkata tidak pada OS.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: