Catatan kuliah tamu Pak Kuntoro

Sudah seminggu lalu event-nya, baru sekarang bisa menuliskannya. sebagai bagian dari acara dies emas ITB tahun ini, Pak Kuntoro diminta untuk sharing pengalamannya dalam bentuk kuliah tamu di Aula Timur ITB. Beliau sendiri dalam pengantarnya mengatakan event ini sekaligus menjadi laporan BRR kepada publik. Dari berbagai hal yang patut dicatat dari acara itu seperti pengelolaan yang rapi, sound system yang bagus dsb, ada satu hal yang terlontar dari mulut beliau bahwa barangkali BRR sudah memecahkan rekor dunia untuk penyerapan dana bantuan bencana alam. Tercatat 93% dana tersalurkan dalam berbagai program rehabilitasi. Kok bisa?

Ada beberapa hal yang menjadi kunci keberhasilan BRR di sana:

1. Integritas. Inilah fondasi dari segalanya. segala bentuk benturan kepentingan diharamkan di sini. dan memang seharusnya begitulah idealnya.

2. partisipasi aktif dan penuh dari masyarakat. Ketika semua orang bingung harus memulai dari mana membangun kembali aceh dan nias, sementara ratusan ribu orang menuntut adanya perbaikan, maka apa pun harus dijalankan. salah satu yang berhasil dilakukan adalah rembugan masyarakat sendiri untuk menentukan masa depannya. Contoh nyatanya adalah menentukan siapa punya lahan yang mana. di sini bottom-up approach dilakukan dengan sangat baik.

3. Data-based management. Ini istilah saya sendiri untuk mengatakan segalanya harus berdasarkan data. BRR mengembangkan sistem informasi berbasis GPS untuk mendata rumah dan asset yang dimiliki. Hal ini ditujukan untuk menghilangkan tuduhan penyelewengan dana atas pembangunan asset. Dengan sistem itu, orang bisa tahu sebuah rumah itu miliki siapa, dananya dari mana, pengembangnya siapa, bahkan lokasi persisnya. begitu juga dengan asset non-rumah lainnya.

satu hal lagi yang penting sekali buat saya sendiri dan barangkali yang baca adalah apa yang dilakukan saat itu dimana uncertainty begitu tinggi adalah “bagaimana menemukan kesalahan sesegera mungkin untuk segera diperbaiki”. filosofi ini rasanya perlu ditanamkan kepada manager dan leader di mana pun. kita tidak bisa menghindari kesalahan. tapi ketika sudah berhadapan maka harus dihadapi. bedanya kali ini adalah kesalahan itu tidak boleh terjadi di ujung…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: