six sigma dan dosa

Minggu lalu saya diminta oleh kawan-kawan di KARISMA untuk berbagi cerita. awalnya mereka minta cerita tentang tazkiyatun nafs. “wah berat materinya, saya ngga berani ah”, begitu komentar spontan saya. tapi karena tidak resmi sehingga topiknya boleh diisi apa saja. satu hari tersisa untuk memikirkan topiknya, sambil mengerjakan ini itu, terpikir untuk menyampaikan bagaimana six sigma sudah diterapkan di dunia usaha. konsepnya minimal defect. buat manusia, yang harus diminimalkan dosa, ya ngga? Jadi singkat cerita saya punya 2 hal yang ingin saya sampaikan:

1. Sebuah untaian kata bijak dari Ali bin Abi thalib r.a. (kalau tidak salah),”kebathilan yang terorganisir mampu mengalahkan kebajikan yang tidak terorganisir”. Tanpa banyak alasan, kita seharusnya sadar bahwa manajemen itu sangat penting bahkan di dunia dakwah. tapi walau sudah disitir berabad yang lalu, masih saja kita belum aware dengan manajemen ini. lihatlah bagaimana masjid dikelola, hanya menyebutkan satu contoh real. walaupun terjemahannya biasanya menggunakan kata organisir yang berasal dari organize, saya pikir akan lebih klop jika disangkutkan istilahnya dengan manajemen, yang didalamnya ada unsur organize. Intinya manajemen harus sudah masuk dalam kegiatan ibadah.

2. Manajemen seperti apa yang harus kita pilih? jika kita ambil manusia sebagai analogi, maka kesuksesannya adalah diukur dari beratnya timbangan kebajikan dibandingkan dengan kejahatan. Tapi itu konsep umum, konsep yang tepat menurut saya adalah manusia yang suci, alias bersih dari dosa. makanya Allah swt banyak memberikan kesempatan untuk men-sucikan diri kita dari dosa, ya shalat jumat, ya ramadhan, puasa syawal dsb dsb. nah ini sebenarnya sudah dipraktekkan oleh dunia usaha dengan six sigmanya. 5% defect itu masih besar, bahkan 1% pun masih terlalu besar untuk sebuah defect (dosa) di perusahaan. mereka sekarang menuntut 3,4 dpmo (per sejuta peluang).

Jadi kalau kebajikan ingin mengalahkan kejahatan, atau mengarah ke sanalah tujuannya, kita harus sanggup mengelola organisasi kita seolah tidak mempunyai dosa. kalaupun berbuat dosa, itu semata-mata kekhilafan, karena manusia memang tempat salah dan lupa. tapi ingat, jangan lebih dari 3,4 dpmo. beraat sekali ya? insya Allah, kita berusaha, Allah berkuasa.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: