Proses terkendali dan capable

Ada orang yang masih bingung antara proses yang terkendali dan proses yang capable. barangkali ini bermula dari kurangnya pemahaman terhadap elemen pembentuknya. suatu proses terkendali atau tidak dilihat dari karakteristik prosesnya. sedangkan proses yang capable dilihat dari perbandingan antara karakteristik proses dan spesifikasi yang disyaratkan…

Karakteristik proses itu seperti apa? setiap proses pasti memiliki error atau penyimpangan. masalahnya error ini ada 2 jenis: error yang muncul secara acak (random error) dan error yang muncul secara sistematik. random error itu pasti ada karena sudah sunnahNya bahwa tidak ada yang kekal/pasti kecuali Dirinya, alias kita sering menggunakan istilah sudah dari sononya. sedangkan systematic error disebabkan oleh kesalahan yang secara “disengaja” dan konsisten oleh sistem, baik itu oleh orang, mesin, peralatan, material dsb.

Jika suatu proses mengandung hanya random error, maka proses tersebut proses yang terkendali. tetapi jika suatu proses mengandung systematic error, maka proses itu disebut tidak terkendali.

Ada 2 parameter yang dapat kita gunakan untuk menilai terkendali atau tidak, yaitu rata-rata dan standar deviasi proses yang bersangkutan. Dengan bantuan peta kendali (control chart) yang dibuat dengan kedua parameter tersebut, kita dapat mengetahui suatu proses sudah terindikasi tidak terkendali atau belum.

Sementara proses yang capable harus dikaitkan dengan spesifikasi proses tersebut. selama spesifikasi proses masih berada dalam jangkauan karakteristik proses, maka proses tersebut disebut capable. di sini dikenal ada sigma proses, yang dalam sixsigma diarahkan untuk mencapai 6 sigma. Secara matematis ada formula untuk menyatakan hal ini (belakangan aja ya). Jika memang spesifikasi tidak diketahui, maka harus dicari suatu standar yang dapat digunakan sebagai pembanding, misalnya proses terbaik yang pernah kita miliki.

semoga membantu.

5 Responses to Proses terkendali dan capable

  1. fitroh says:

    terima kasih infonya, Pak.
    Maaf, saya mau tanya:bedanya proses sTABIL dengan proses TERKENDALI itu apa?
    kebetulan saya sedang menyusun skripsi mengenai quality control.insyaaAlloh keterangan bapak sangat berguna bagi saya.
    terima kasih, Pak.

    • Mursyid Hasanbasri says:

      Pada dasarnya kedua istilah tersebut mengacu pada pengertian yang sama dengan asumsi hanya ada chance causes. Yang berbeda adalah terkendali dan capable seperti yang saya sampaikan di tulisan ini.

      Penjelasannya seperti ini: pengertian umum tentang stabil adalah konsisten (baik rata-rata, standar deviasi maupun distribusi) dalam kurun waktu tertentu. nah selama dalam proses yang stabil tersebut hanya mengandung chance cause (random error) maka proses itu disebut juga proses yang terkendali (in control). Apakah mungkin proses yang stabil tapi tidak terkendali? mungkin saja. tetapi umumnya asumsinya adalah in control. kondisi konsisten tapi out of control biasanya sudah dinggap menyimpang dan seharusnya sudah diperbaiki.

      • fitroh says:

        terima kasih penjelasannya,Pak.
        Apakah dapat dikatakan:Proses yang terkendali sudah pasti stabil sedangkan proses yang stabil itu belum tentu terkendali?
        kroscek:Proses terkendali=proses stabil yang seluruh pengamatan in control.demikiankah,Pak?Proses stabil belum tentu in control?

  2. Mursyid Hasanbasri says:

    Saran saya sebaiknya kita tidak perlu mencari rumusan yang generik kalau begini maka begitu atau sebaliknya. yang penting pahami prinsipnya.

    seperti yang saya sampaikan sebelumnya umumnya buku atau orang mengasumsikan stabil itu in-control. mengapa? karena jika ada assignable cause atau systematic error pastinya proses menjadi tidak stabil. konsekuensinya, pasti orang akan melakukan sesuatu agar menjadikan proses tersebut stabil kembali (menghilangkan systematic error). Nah pada akhirnya pengertian stabil sudah dikaitkan dengan proses yang TIDAK mengandung lagi assignable cause alias in-control.

    tetapi hati-hati, apakah yang in-control pasti stabil? tentu saja tidak selalu. mengapa? karena control chart yang kita gunakan pada dasarnya untuk mendeteksi adanya penyimpangan atau assignable cause. kalau proses in-control pasti stabil, maka kita tidak perlu lagi membuat control chart. padahal nyatanya tidak demikian, proses akan terus berjalan dan mungkin sekali berubah.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: