Antri, ternyata harus bilang dulu :(

Sewaktu pulang dari seminar dari surabaya kemarin, saya naik kereta api turangga. menjelang subuh banyak penumpang mulai berwudlu di toilet. tadinya saya ingin menunggu agak kosong, jadi saya tetap duduk sambil mengamati orang yang antri di toilet. setelah beberapa saat saya sadar bahwa ternyata jumlah penumpang yang mau ke toilet cukup banyak, melebihi kapasitas toiletnya. akhirnya saya beranjak dari pergi ke toilet. karena terlihat sudah ada 2 orang yang antri di depan toilet, saya sengaja tidak keluar dari pintu (pintu otomatis) dan berdiri di dalam untuk antri.

setelah sekian lama, ada petugas kereta api sepertinya (karena ada tanda di bajunya) yang mau ke toilet. setelah melihat ada 2 orang di luar dan saya berdiri, sejenak dia berhenti. tapi kemudian terus keluar dan antri. melihat gelagat nggak baik ini saya juga keluar dan memaksa berdiri dekat toilet juga. eh ternyata setelah kedua orang yang antri tadi, tanpa ba bi bu orang itu langsung masuk toilet. ya Allah, kesel rasanya, tapi kok malas subuh-subuh harus berkeras-keras. husnuzhan-nya orang itu tidak tahu saya antri. Tapi ngapain ya orang berdiri di dekat pintu tak mengerjakan apa pun subuh2?

ternyata lain kali saya harus bilang kepada orang bahwa “hei saya sedang antri lo…”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: