catatan dari jepang (1) ketinggalan paspor

sesampainya di osaka, hmm natsukahii na. aroma jepangnya terasa banget. sejuknya musim gugur (aki) mulai terasa. alhamdulillah bisa datang lagi ke negeri yang satu ini. negeri yang katanya tidak bertuhan ini, tapi saya entah kenapa merasa betah di sini [memang tidak ada hubungannya dengan kalimat pertama, karena ALlah swt ada di mana-mana].

lewat dari imigrasi, koper saya diminta dibuka. koper itu kemudian dibuka dan dibongkar isinya. aduuuh, baju yang sudah disusun istri berantakan jadinya. tapi biarin ajalah, mau argumen susah juga. nihonggonya cuma sekedarnya, tambahan bukan untuk marah-marah lagi.

keluar dari gedung, saya beli tiket bis jurusan osaka station yang akan mampir di new hankyu hotel. kebetulan bisnya sedang ada di sana. segera saja saya masukin uang ke mesin, terus ambil tiket dan masuk bis. bis pun segera berangkat. tapi baru beberapa menit di jalan, saya kok merasa kantong baju kosong. kan tadi ada paspornya… wah langsung saya cek semua kantong baju celana, tas dsb. nihil… komattanaaa taihen da pasti tertinggal di tempat beli tiket atau terjatuh di air port.

mau bilang sopir pasti nggak ngaruh karena sudah jalan. masak balik lagi – nggak mungkin. akhirnya pasrah aja di bis. beberapa kali dalam 1 jam itu saya coba rogoh dan cari lagi paspor itu, tetap nggak ada. akhirnya tinggal berdoa semoga ditemukan orang dan disampaikan ke yang berwenang. yang membuat agak tenang, istri dulu pernah ketinggalan tas di bis waktu di saijo, alhamdulillah tasnya kembali utuh.

sesampainya di basu noriba – tempat berhenti new hankyu hotel, saya laporkan ke petugas di sana. wah sopir langsung kaget. segera dia tanya saya duduk di mana, di bukanya jok kursi sambil mencari, tapi tetap nggak ada. akhirnya petugasnya telpon ke bandara dan meminta tolong carikan paspor saya. saya berusaha menjelaskan saya aja ke bandara, tapi ternyata dia bilang tunggu aja. kalau ada kabar baru pergi. saya diminta menunggu di ruang tunggu. tak lama kemudian, dia datang dan memberitahukan paspor saya ketemu dan bis berikutnya yang akan mengantarnya ke situ. dia bilang,”jam 10.25 bis akan datang membawa paspor anda”. alhamdulillah. dan ternyata sekitar 10.25 itu memang datang bis seraya sopirnya menyerahkan amplop berisi paspor saya.

sungguh tidak ada kata yang pantas selain alhamdulillah, dan buat pak petugas itu hontoni arigatou gozaimashita. kapan ya kejadian semacam ini terjadi di indonesia???

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: