Mengamati servis di bandara sukarno hatta

persis seminggu lalu saya berangkat ke osaka dari sukarno hatta. saya naik malaysia airline. ketika check in, mereka ketat sekali dengan jadwal. belum waktunya belum boleh. sayangnya dengan sistem free counter yang ada, ternyata tidak semua counter yang dapat melayani. kita harus antri di counter2 tertentu saja. [susah kali ya buat tulisan atau pengumuman]. namun demikian, secara umum lancar check in-nya.

ketika masuk imigrasi, saya harus mendapatkan cap bebas fiskal. katanya orangnya kurang ramah denger-denger, eh ternyata ngga tuh. datang, kasih npwp, langsung dikasih cap bebas fiskal. tsugoi angkat jempol tinggi buat petugas di sini. kemudian masuk imigrasi, lancar…

sampai di gate D4 seperti yang tertulis di boarding pass, gatenya sepi dan cenderung gelap. ketika coba masuk terus, keliatan ada petugas lagi makan. ketika melihat saya mereka bilang, “tutup pak”. saya agak bingung kok tutup. ternyata setelah ditanya lagi, wah gatenya salah, bukan untuk malaysia airline. saya bilang, “di boarding ini D4”. “ya, tapi malaysia airline tidak pernah di sini,” katanya. tidak ada kata maaf atau informasi lain selain itu. tinggallah saya dan seorang calon penumpang mondar mandir mencari tahu di mana malaysia airline. dari 7 gate yang ada di area D itu, tidak satu pun tertulis “malaysia airline”. gubrak…

tanya ke cleaning service pun ternyata tidak membantu banyak. mereka tidak tahu. setelah lama baru ada orang yang datang dan memberi tahu bahwa gatenya berubah ke E3.  ternyata jauh juga, alias balik lagi ke area di depan imigrasi. sampai di sana, petugas bilang “malaysia airline bukan di sini!”. spontan saya bilang “yang benar aja!”, sambil menunjukkan sedikit kekesalan saya [jarang lo, ini artinya udah mau marah ;)] “petugas di sana bialng E3, bukan D4”, saya bersikeras. untuk petugas yang memberitahu perubahan tadi datang dan meng-iyakan argumen saya. hmmmmmh

sampai di gatenya, karena dah magrib, saya ingin shalat. subhanallah, ternyata toilet dan mushollanya sedang diperbaiki. akhirnya saya cari mushola di gate sebelahnya yang kosong melompong. alhamdulillah akhirnya bisa shalat dan menunggu boarding dengan tenang.

indonesia kalo nggak pake gubrak nggak asik ya…

2 Responses to Mengamati servis di bandara sukarno hatta

  1. Yansen says:

    Hahaha, kaya tagline Sampoerna Hijau, ngga ada “gubrak” ngga asyik…

  2. Mursyid Hasanbasri says:

    ya ya hehe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: