Mengamati servis di imigrasi bandung

Sudah lama sekali ngga update info. semangat menulis kadang suka kalah dengan rutinitas. beberapa ide sudah datang dan pergi tapi belum ditulis juga. mumpung lagi ada waktu nunggu bis ke osaka, pengen nulis ah beberapa catatan kemarin ini. yang pertama soal pelayanan di imigrasi. wow luar biasa…

pertama kali datang saja sudah lumayan keder, katanya paspor jadi dalam 8 hari. lama banget ya… dimulai pertama kali dengan membeli formulir. eh salah, formulirnya gratis, tapi mapnya harus beli sekalian dengan cover paspor. karena tidak siap dengan dokumen ya akhirnya datang pertama hanya beli formulir. semoga saja sebenarnya ada informasi tersebut di internet, saya aja yang nggak nemu. kalau memang ada lumayan sekali datang bisa langsung ke tahap 2.

tahap 2, setelah mengisi formulir dan membawa dokumen, semuanya diserahkan ke loket 1. beberapa hal lucu. untuk menyerahkan dokumen kita harus menunggu dipanggil [hal ini tidak perlu, karena di bank bisa tuh tanpa demikian. yang penting pendaftar meletakkanya teratur. apalagi ada nomor antri]. walau hanya nomor 15, saya waktu itu membutuhkan waktu 1,5 jam menunggu konfirmasi dokumen kita ok atau tidak. di loket tersebut ada monitor progres nomor antrian. tapi nomornya berubah sampai 15, tidak berarti dokumennya sampai ke kita. lucu banget. jadi nomor itu bergerak asal, alias pemanis saja. pas no 15 nongol, saya maju, eh petugasnya bilang, ” pak nanti ya dipanggil.” gubrak… setelah jadi, kita disuruh datang lagi beberapa hari kemudian. padahal saya dah siap bayar, belajar dari pengalaman hari pertama. hmmm oh ya. ada 1 lagi. ketika dipanggil katanya dokumen anak saya nggak lengkap karena ngga ada copy passport ayahnya. saya coba lihat syaratnya, ngga ada tuh tulisannya. cuma tertulis, bawa pasport atau pengenal lain. nah anak kan nggak punya, saya bawa aja kartu keluarga. eh masih kurang, sambil rada ketus….

tahap 3. saya datang dengan istri dan anak-anak. ambil nomor terus tunggu untuk bayar. setelah menunggu seperti sebelumnya istri saya bayar. kemudian ambil tiket lagi untuk antri foto. karena harus menguji sidang mahasiswa saya balik dulu ke kampus. pas kembali anak istri nggak keliatan. pasti sudah di dalam. saya tunggu aja di luar karena tertulis “yang tidak berkepentingan dilarang masuk”. karena saya tidak buat paspor, hanya istri dan anak aja, saya tunggu di luar. setelah keluar istri bilang petugasnya sewot karena saya tidak ada. kalau tidak ada maka harus pake surat kuasa. (sekali lagi) istri saya bilang mana aturannya? “baca dong di situ!” kata petugasnya sambil menunjuk map atau kertas (saya lupa). istri saya sengaja di depannya melihat dan mencari. tidak ada tuh tulisannya. setelah dia cek, eh memang nggak ada… gubrak…

tahap 4. setelah foto, kami pulang karena memang ngambilnya beberapa hari kemudian. kalau sebelumnya ada tanggal kapan harus datang lagi, kali ini tidak ada. katanya semingguan lah jadinya… hehe. seminggu kemudian saya ambil dan alhamdulillah sudah jadi.

lepas dari itu semua yang penuh dengan kegubrakan, yang paling menonjol dan tidak memenuhi kaidah dalam manajemen operasi [soal services] adalah banyak orang/termasuk karyawan yang berkeliaran keluar masuk loket 1, 2, dan 3. kalau memang sudah terhubung, biarlah dokumen yang bergerak (toh pendaftar yang bawa), tidak perlu karyawannya. jelas sekali itu menunjukkan adanya sistem lain dari sistem antrian yang ada. sayang sekali kalau pejabat di imigrasi membiarkan hal ini padahal dia tahu. sungguh menyedihkan.

disamping itu, membiarkan ada orang yang keliatan tidak bekerja pada situasi di mana banyak orang antri sangat tidak baik. walaupun tidak salah, tapi secara psikologis akan membuat kesal orang yang menunggu.

demikian sedikit catatan di imigrasi bandung. semoga ke depan lebih baik, begitu pun di tempat lain.

2 Responses to Mengamati servis di imigrasi bandung

  1. marsani says:

    Ass.. Wr Wb.
    pa khabar Bang..
    Dokumen2nya apa aja bang..?
    jika boleh tahu..waktu di Tahap 1..
    sapa tahu klo siap dokumen bs langsung tahap 2.

    thanks before…

  2. Mursyid Hasanbasri says:

    ya betul, kalau mengurus untuk diri sendiri sebenarnya tahap 1 bisa langsung beres dan terus ke tahap 2. selain mengisi formulir, kita mesti bawa (maaf lupa-lupa inget):
    – paspor lama
    – ktp
    – kartu keluarga
    – surat nikah
    – akte lahir
    (intinya semua identitas diri lah)
    jangan lupa semua dicopy biar nanti nggak harus ngopy di sekitar sana, butuh waktu lagi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: