Belajar lewat kasus

Salah satu yang membedakan program MBA dengan program master lainnya adalah penerapan model pembelajaran dengan kasus. Pengertian kasus ini tidak sama persis dengan kasus dalam pengertian umum. Kasus di pengadilan jelas bukan bagian dari kasus di program MBA. begitu juga dengan kasus-kasus yang dibicarakan di infotainment dsb. Kasus dalam pembelajaran di program MBA adalah peristiwa nyata yang pernah terjadi, yang pada saat itu terdapat situasi seseorang harus mengambil keputusan.

Tentu saja kasus yang biasa dibahas adalah hal-hal yang terjadi di perusahaan atau organisasi, bukan pada level individu. Biasanya juga pengambil keputusannya adalah orang yang cukup memiliki tanggung jawab di perusahaan misalnya manager, C*O, atau owner. Lewat kasus, mahasiswa diminta menyelami suasana yang terjadi pada suatu saat, dan dengan kemampuan analisisnya sebuah keputusan yang tepat diharapkan keluar.

Apa manfaatnya? manfaatnya sangat banyak, yang utama: mahasiswa dilatih untuk mengambil keputusan. semakin sering membuat keputusan, seseorang akan makin jauh dari kesalahan. pada dasarnya keputusan yang tepat lahir dari banyaknya keputusan yang tidak tepat. Manfaat lainnya seperti kemampuan analisis, berdiskusi dengan data, mendengarkan orang lain. logikanya, jika dalam 2 tahun mahasiswa sudah “mengalami” ratusan kasus, pengalaman itu cukup menjadi modal baginya untuk masuk ke dunia kerja.

Satu kendala yang biasa dihadapi adalah kurangnya kasus dalam konteks indonesia. apakah ini berarti tidak banyak kasus yang layak diangkat dari perusahaan di Indonesia. tentu saja tidak, ada beberapa hal yang menyebabkannya: (i) kurangnya penulis kasus, selain tidak populer model kasus ini, insentifnya pun masih tergolong kecil. ini berbeda dengan menulis buku. (ii) budaya kita yang tertutup. perusahaan di indonesia belum banyak yang berani terbuka, baik untuk mempublikasikan data-data dirinya, juga terbuka untuk melihat sisi lemahnya. Jadi kalau pun ada penulis kasus, belum tentu sebuah perusahaan mau dituliskan kasusnya.

So, semoga ke depan belajar lewat kasus ini semakin marak.

One Response to Belajar lewat kasus

  1. semoga IBCC ke depannya bisa lebih baik lagi menghadirkan case-case yang bermutu tinggi (meningkatkan quality nya yang sudah sangat baik menjadi truly world class)

    salut pd SBM yg sudah benar2 berada pd pinnacle di mana nggak ada Business School lain yg memiliki Business Case Centre yang established seperti IBCC,,, semoga k depannya case-case IBCC bukan hanya memberikan faedah & manfaat bagi kita saja melainkan juga bagi Business School lain di dalam dan di luar negeri…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: