Gimana ya caranya supaya anak saya masuk itb?

Beberapa hari yang lalu saya sedang di jalan ketika hp berdering. khawatir sesuatu yang penting, langsung saya jawab walau nomornya tidak dikenal. “halo pak mursyid, saya ibu fulan”, sapanya sok akrab. sepertinya dari nada bicaranya beliau ini mengenal seseorang yang kenal saya sehingga sudah seperti pernah ketemu. “begini, anak teman saya mengikuti tes ujian saringan masuk sbm. bagaimana kalau ingin mengetahui hasilnya ya?”, begitu tanyanya terus terang. wah…

“maaf bu, saya kurang tahu persis kapan pengumumannya, apalagi saya sudah tidak pegang s1 lagi,” begitu jawab saya. saya jawab begitu untuk ngeles secara halus saja. “ooo, ke siapa ya yang tahu mengenai hal ini, kalau ketua program studi yang sekarang tahu nggak ya?”, tanya ibu itu lebih lanjut. “wah, ngga tahu saya bu. sepertinya kalau saya dulu sebagai kaprodi aja ngga tahu, ya kaprodi yang sekarang juga sama lah kira-kira”, jawab saya sekenanya. walhasil sang ibu akhirnya berterima kasih atas info dari saya yang serba terbatas itu.

entah kenapa ya, kok masih banyak orang tua yang khawatir banget anaknya tidak masuk sehingga harus tanya sana tanya sini. padahal waktu pengumuman pasti akan tiba. atau entah kenapa ya, orang tua masih tega melakukan segala hal untuk “kebaikan” anaknya? memasuki perguruan tinggi bukan segala-galanya bagi seseorang, apalagi bagi orang yang berduit. tidak masuk itb bukan berarti kiamat. dengan duitnya, si anak bisa dikirim ke luar negeri, bahkan mungkin akan mendapat pendidikan yang lebih baik. so gitu aja kok repot ini orang tua. bisa dibayangkan kalau seorang anak masuk kuliah lewat cara-cara yang tidak benar, sepertinya tidak aneh kalau hasilnya ya para alumni yang korup, suka memalsukan dokumen, tidak beretika dsb.

itu tadi contoh obrolan yang pendek. ada lagi yang sampai datang bertemu, dan beramah tamah segala sampai pada akhirnya bertanya,” gini aja pak, yang penting gimana ya caranya supaya anak saya masuk?”. Astaghfirullah…

4 Responses to Gimana ya caranya supaya anak saya masuk itb?

  1. didot says:

    iya pak,jangan sampai deh menghalalkan segala cara supaya mendapat keinginannya.

    lagipula bener kata anda,kalau gak dapat di ITB bisa jadi malah keterima diluar negeri yg lebih baik lagi kan??

    ini yg namanya kesialan yg membawa berkah ,karena Allah pasti selalu memberikan yg terbaik buat kita.

    salam

  2. Mursyid Hasanbasri says:

    just koreksi dikit, barangkali kesialan bukan kata yang pas juga untuk itu
    yang jelas kalimat terakhir betul banget.

  3. marsani says:

    Karena.. ITB memiliki ‘nama besar’. Ada rasa kebanggaan orang tua ketika anaknya bersekolah disana.
    Dulu..di daerah kita sana bang(P.Bangka).. orang tua yang lain sering nanya ke anaknya yg telah kuliah.
    “Anak bapak kuliah dmana? ambik jurusan ape?”..
    klo ada ITBnya pasti “wah.. hebat ya!!”..

    Pengalaman pribadi Bang….
    (tp sy nggak diterima-terima oleh ITB.)

    • Mursyid Hasanbasri says:

      Memang kadang orang tua berlebihan membanggakan anaknya, sampai2 rela melakukan hal apa saja. Wujud cinta yang salah bisa jadi menjerumuskan anak pada akhirnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: