Apa bedanya ingatan dan kesan?

Kemarin ketika diskusi saya menggarisbawahi 2 kata di atas. Apa sih bedanya ketika seseorang diingat dan kesan yang ditinggalkannya? menurut penuturan senior, upayakanlah meninggalkan kesan pada orang, jangan meninggalkan ingatan. orang bisa meninggalkan banyak ingatan terhadap apa yang pernah dilakukannya, dan biasanya yang jelek-jelek itu pasti diingat. Tapi jangan lupa meninggalkan ingatan juga yang memberikan kesan yang sangat positif kepada orang lain. ooo ya juga ya…

jadi ketika kita menjadi pemimpin atau atasan, boleh saja kita melakukan apa saja karena otoritas ada pada posisi tersebut. tapi hati-hatilah ketika apa yang pernah kita lakukan itu ternyata bukan menimbulkan kesan kepada anak buah, tapi justru akan diingat oleh anak buah sebagai sesuatu yang menyakitkan. Lantas apakah kemudian seorang pemimpin harus sangat hati-hati ketika bertindak? sedemikian rupa menjadi sangat lambat dan tidak efektif? tentu tidak. setiap orang melakukan kesalahan, begitu pula dengan pimpinan. tapi menurut senior tadi, ketika melakukan kesalahan, tutupilah dengan kesan yang baik.

saya mengartikan menutupi kesalahan dengan kesan tadi tak ubahnya seperti konsep taubat. setiap kesalahan pasti akan dihapuskan jika kita taubat. dan apa yang diajarkan Rasulullah SAW adalah tutupi kesalahan itu dengan kebaikan. so sangat logis teori selalu memberikan kesan kepada bawahan atau orang lain. apalagi memang tidak disertai dengan kesalahan terlebih dahulu.

yang repot adalah orang yang ketika memimpin melakukan banyak hal yang tidak memberikan kesan kepada orang lain (banyak kesalahannya), tapi karena tidak sadar, boro-boro menutupinya dengan kesan yang baik, bahkan bangga dengan apa yang dilakukannya.  ketika diminta turun, ybs malah tidak terima dan tetap beranggapan bahwa dirinya benar dan happy dengan apa yang dilakukannya. Na’udzubillah Lindungi hamba ya Allah dari hal yang demikian…

2 Responses to Apa bedanya ingatan dan kesan?

  1. didot says:

    kalau saya gak mau mikirin kesan,tapi bertindak berdasarkan ajaran Allah dan rasulNYA aja, dan berusaha sebisa mungkin tidak menyakiti hati orang lain.

    karena tujuan yg baik,harus pula dengan cara yg baik.

    kalau hanya untuk mengesankan orang lain bahwa kita baik,takutnya kita malah terjebak menghalalkan segala upaya supaya terkesan baik dimata mereka

    wallahualam🙂

    • Mursyid Hasanbasri says:

      Insya Allah yang mas didot sampaikan benar. Cara meninggalkan kesan yang baik memang demikian, saya setuju. Bukan maksudnya seolah-olah berkesan, tapi memang keluar dari hati yang ikhlas. Thank mas.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: