Integritas (5)

Elemen kelima dari integritas adalah tanggung jawab. Buat bangsa kita, kata yang satu ini sudah tidak asing lagi. Pada zaman orde baru, istilah kebebasan bertanggung jawab menjadi jargon yang sangat populer, baik digunakan dalam konteks yang ideal maupun konteks berpolitik. Justru secara ideal seharusnya tanggung jawab ini sudah menjadi bagian cara bersikap pada setiap individu. apa pun yang kita lakukan harus dapat dipertanggungjawabkan, terlebih kepada Allah swt.

Jadi bukan sesuatu yang mewah ketika di kampus kita diminta untuk bertanggung jawab atas segala tindakan kita di kelas, menyampaikan pemikiran baik lisan maupun tulisan, membuat keputusan sebagai pejabat, memberikan nilai mahasiswa dst dst.

Tidak hanya di kampus, di jalan kita juga diminta untuk bertanggung jawab. keselamatan diri dan orang yang beserta kita dalam kendaraan adalah tanggung jawab kita. supir angkot dan kendaraan umum lainnya dengan penumpangnya. polisi bertanggung jawab dengan kelancaran lalu lintas. Pemilik toko dan rumah di pinggir jalan bertanggung jawab dengan “kemacetan” yang mungkin ditimbulkan akibat aktivitasnya.

Apatah lagi dengan anggota DPR yang terhormat, ada banyak hal yang harus mereka pertanggungjawabkan di dunia ini sampai ke akhirat kelak. kebijakan yang dibuat, aturan yang disahkan, anggaran yang disetujui, termasuk tunjangan yang diterima harus dapat dipertanggungjawabkan.

Termasuk hal yang menjadi isu dalam tanggung jawab adalah tanggung jawab bersama (shared responsibility). ketika ada orang yang melakukan kesalahan, kita memiliki tanggung jawab untuk meluruskannya. beranikah kita, maukah kita ketika melihat teman yang nyontek untuk melaporkannya? beranikah kita, maukan kita ketika melihat keluarga kita korupsi untuk melaporkannya? beranikah kita, maukah kita ketika mendapati pelaku plagiarisme untuk menindaknya? ada banyak lagi pelanggaran di depan mata kita, itu juga menjadi tanggung jawab kita untuk meluruskannya. memang hal ini merupakan perjuangan yang berat, amat berat.

sepertinya sulit hidup dengan integritas ya… bisa ya bisa juga tidak. tapi yang jelas sang pemenang pasti berasal dari orang-orang yang bekerja keras untuk menata hidup dengan sebaik-baiknya. Dan surga Allah di akhirat hanya diperuntukkan bagi orang yang peduli dengan apakah amal perbuatannya diridhai-Nya atau tidak.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: